Lifestyle / Food & Travel
Minggu, 30 November 2025 | 19:43 WIB
Ilustrasi sport tourism. (Dok. MCS Il Festino 2025 Yogyakarta)
Baca 10 detik
  • Sport tourism memadukan olahraga dan pariwisata, berpotensi besar menghidupkan ekonomi lokal melalui pengeluaran wisatawan dan pendukungnya.
  • Event olahraga seperti MCS Il Festino 2025 di Yogyakarta melibatkan ekosistem komunitas, relawan, dan UMKM setempat secara kolektif.
  • Penyelenggara berupaya meningkatkan standar keselamatan dan fasilitas untuk memperkuat citra destinasi sport tourism yang aman dan berkualitas.

Suara.com - Di banyak negara, tren wisata kini tak lagi melulu soal pantai, candi, atau kuliner. Ada satu daya tarik baru yang pertumbuhannya sangat pesat: sport tourism.

Konsep ini memadukan olahraga dengan pariwisata, menciptakan pengalaman yang bukan hanya memacu adrenalin, tetapi juga menghidupkan ekonomi lokal.

Wisatawan datang bukan sekadar untuk melihat, tetapi untuk ikut bergerak, berkompetisi, dan merayakan gaya hidup sehat.

Sport tourism tidak hanya membawa peserta olahraga ke sebuah kota, tetapi juga keluarga, kru, relawan, komunitas pendukung, hingga penonton.

Mereka menginap di hotel lokal, makan di warung sekitar venue, menyewa transportasi, membeli oleh-oleh, dan membagikan pengalaman mereka di media sosial.

Di sinilah olahraga menjadi pintu masuk yang sangat kuat untuk menggerakkan ekonomi daerah, memperkenalkan potensi wisata, dan menumbuhkan kebanggaan masyarakat setempat.

Olahraga yang Menggerakkan Ekonomi dan Komunitas Lokal

Dalam sport tourism, sebuah event olahraga hanya menjadi pemantik. Di baliknya ada ekosistem besar yang bergerak: Komunitas pesepeda yang datang dari berbagai daerah bahkan negara, memperkenalkan budaya bersepeda dan gaya hidup aktif.

Relawan lokal yang menjadi garda depan pelayanan, membangun interaksi hangat antara tamu dan warga.

Baca Juga: Kemenpar Genjot Gerakan Wisata Bersih, Destinasi RI Makin Ramah Lingkungan

Pelaku UMKM, mulai dari penjual kopi, penyedia suvenir, bengkel kecil, hingga penyewa sepeda, yang merasakan langsung lonjakan penjualan selama event berlangsung.

Masyarakat sekitar yang ikut meramaikan rute, menjadi bagian dari atmosfer meriah dan energik.

Rangkaian ini menciptakan energi positif yang tak hanya dirasakan peserta, tetapi juga seluruh wilayah penyelenggara. Sport tourism pada akhirnya bukan semata kompetisi, tetapi pengalaman kolektif yang memberi nilai tambah pada destinasi wisata.

Salah satu contoh nyata penguatan sport tourism di Indonesia hadir dari penyelenggaraan Maybank Cycling Series (MCS) Il Festino 2025 Yogyakarta.

Mengusung tema Cycling with a Purpose, ajang ini memperlihatkan bagaimana sebuah kegiatan bersepeda dapat menjadi penggerak pariwisata sekaligus ruang kolaborasi lintas komunitas.

Diselenggarakan dengan titik start dan finish di Ramada by Wyndham Hotel Yogyakarta, event ini diikuti 750 pesepeda dari 5 negara: Jerman, Spanyol, Thailand, Jepang, dan Malaysia, serta ratusan komunitas sepeda dari berbagai kota di Indonesia.

Load More