- Konsumen Indonesia masih suka mencoba produk fisik di toko sebelum memutuskan pembelian elektronik secara daring.
- Platform e-commerce kini mengadopsi model belanja hibrida dengan integrasi toko fisik untuk uji coba produk.
- Integrasi ini memungkinkan konsumen merasakan produk langsung sebelum memutuskan untuk membeli.
Suara.com - Belanja elektronik secara online dulu identik dengan rasa was-was: takut barang nggak sesuai, warnanya beda, atau feel perangkatnya nggak seperti yang kita bayangkan.
Tapi sekarang, kekhawatiran itu makin memudar. E-commerce dan ritel elektronik modern menghadirkan cara baru yang bikin konsumen bisa tetap pegang dan cobain produk sebelum memutuskan beli.
Riset Katadata Insight Center mencatat bahwa 55% konsumen Indonesia masih suka datang ke mal untuk mencoba produk secara langsung, dan 54% ingin menghindari risiko barang tidak sesuai seperti pengalaman belanja online.
Menariknya, perilaku ini tidak lagi jadi hambatan bagi e-commerce. Justru, platform digital kini memanfaatkan kebiasaan tersebut lewat model belanja hybrid: cari, bandingkan, dan cek harga, tapi kemudian bisa datang ke toko terdekat untuk cek fisik dan bertransaksi.
Saat mencari produk, konsumen biasanya memulai dari review YouTube, perbandingan harga di marketplace, hingga diskusi di media sosial.
Namun sebelum klik checkout, banyak orang ingin memastikan bagaimana perangkat itu terasa di tangan: apakah tombolnya nyaman, beratnya pas, suara mesinnya halus, atau materialnya sesuai ekspektasi.
Kekhawatiran yang wajar, apalagi untuk perangkat yang bakal dipakai bertahun-tahun.
Untuk menjawab kebutuhan itu, beberapa toko elektronik modern seperti Blibli Elektronik, Hartono, hingga Erablue, kini menyediakan ruang bagi kita para konsumen untuk mengeksplorasi.
Ruang demo di toko-toko tersebut pun makin interaktif. Konsumen bisa menguji suara speaker, melihat kualitas layar secara langsung, mencoba rice cooker hingga membuka-tutupnya, menilai kekuatan isap vacuum wireless, atau mengecek warna asli perangkat yang sering meleset di foto di toko online. Semua ini membantu memastikan produk benar-benar cocok dengan kebutuhan.
Baca Juga: Serapan Baru 70 Persen, Belanja Pemerintah Dikebut di 1 Bulan Terakhir 2025
Di era digital, sensasi memegang langsung perangkat elektronik tetap jadi faktor penting. Bedanya, sekarang pengalaman itu justru mendukung keputusan belanja online, bukan menghalanginya. Belanja elektronik pun makin aman, meyakinkan, dan tanpa drama barang nggak sesuai ekspektasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
5 Lip Serum untuk Atasi Bibir Kering dan Pecah-pecah, Bisa Melembapkan dan Mencerahkan
-
Rekam Jejak Said Iqbal, Sang Tokoh Buruh yang Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden
-
Handbody Apa yang Mengandung Kolagen? Ini 5 Pilihan Murah yang Dapat Review Bagus
-
5 Skincare Andalan Asha Assuncao "Terikat Janji" untuk Kulit Sensitif dan Berjerawat
-
Kurangi Emisi Tak Selalu Butuh Teknologi Baru: Pelajaran dari Arsitektur Vernakular di Indonesia
-
3 Maskara Andalan Davina "Terikat Janji" agar Bulu Mata Lentik dan Panjang di Depan Kamera
-
3 Produk Lipstik Andalan Asha Assuncao, Bibir Jadi Plumpy Ala Davina 'Terikat Janji'
-
5 Tone Up Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah, Anti White Cast Menurut Review Pengguna
-
5 Rekomendasi Sayur yang Mudah Ditanam di Pot, Lahan Sempit Bukan Halangan
-
Jakarta Baru Punya 5,31 Persen Ruang Terbuka Hijau: Mengapa Warga Turun Tangan Kawal Taman Kota?