- Investasi di Nusa Penida wajib patuh aturan dan mendukung konsep Green Island.
- Pemerintah tetap buka peluang investasi, tetapi menolak pembangunan yang melanggar aturan.
- Nusa Penida butuh investor untuk infrastruktur, namun pengembangan harus tetap menjaga kelestarian destinasi.
Suara.com - Pesona Nusa Penida terus menggaet wisatawan dari berbagai negara, dan lonjakan kunjungan ini turut mendorong tumbuhnya minat investasi di pulau tersebut.
Namun, di tengah geliat pembangunan pariwisata, Bupati Klungkung I Made Satria menegaskan bahwa pertumbuhan investasi tidak boleh mengorbankan kelestarian alam, modal utama yang membuat Nusa Penida dikenal dunia.
Sorotan publik sempat tertuju pada kasus pembangunan lift kaca di Pantai Kelingking yang melanggar ketentuan, hingga akhirnya diputuskan untuk dibongkar.
Menanggapi hal ini, Bupati Satria menegaskan bahwa pemerintah tidak anti-investor, tetapi setiap bentuk pembangunan harus berjalan sesuai regulasi dan selaras dengan visi daerah.
“Berinvestasi yang benar, sesuai aturan,” tegasnya.
Salah satu pilar utama visi misi Kabupaten Klungkung adalah menjadikan Nusa Penida sebagai Green Island, sebuah konsep pengembangan yang menekankan pariwisata berkelanjutan, ramah lingkungan, dan menjaga keaslian destinasi.
Menurut Bupati, setiap investor wajib mengikuti konsep ini. Pembangunan yang merusak lingkungan, mengubah karakter alam, atau tidak mempertimbangkan daya dukung wilayah tidak akan mendapatkan izin.
Di sisi lain, pemerintah menyadari bahwa Nusa Penida tetap membutuhkan investasi untuk memperkuat infrastruktur, fasilitas publik, dan penataan destinasi.
Klungkung belum sepenuhnya mampu membangun sendiri, sehingga keterlibatan pihak ketiga sangat dibutuhkan. Namun, garis besarnya jelas: investasi boleh masuk, tetapi alam harus tetap terjaga.
Baca Juga: Bandara IMIP Dicabut Statusnya, Menteri Investasi: Investor Butuh Kepastian, Bukan Label
“Kita membuka peluang bagi investor untuk bekerjasama, tetapi tidak ada pemerintah daerah yang mau menjual destinasi. Nusa Penida adalah masa depan kita bersama,” tegas Bupati Satria.
Dengan komitmen ini, Pemerintah Kabupaten Klungkung berupaya memastikan bahwa geliat investasi tidak menggerus keindahan alam yang menjadi daya tarik utama pulau tersebut.
Jika visi Green Island diterapkan konsisten, Nusa Penida bukan hanya menjadi destinasi unggulan Bali, tetapi juga contoh sukses pariwisata berkelanjutan Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
Terkini
-
25 Soal dan Kunci Jawaban TKA Matematika Kelas 6 SD: Pecahan hingga Operasi Hitung
-
Cushion Vs Foundation, Mana yang Lebih Baik? Ini Rekomendasi untuk Makeup Flawless
-
25 Latihan Soal dan Kunci Jawaban TKA Bahasa Indonesia Kelas 6 SD
-
5 Moisturizer untuk Hempaskan Garis Penuaan, Mulai Rp30 Ribuan
-
4 Rekomendasi Cushion yang Tahan Keringat, Tak Perlu Khawatir saat Aktivitas Padat
-
Ketika Dapur Rumahan Ingin Naik Kelas: Cerita UMKM yang Siap Bertumbuh
-
5 Bedak untuk Samarkan Garis Penuaan agar Wajah Tampak Muda
-
4 Rekomendasi Serum Bakuchiol Lokal untuk Usia 40-an, Lebih Aman bagi Kulit Sensitif
-
Apa Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang? Ini 5 Rekomendasinya
-
5 Sunscreen Terbaik untuk Mengatasi Garis Penuaan Usia 50 Tahun ke Atas