- Polda Metro Jaya menggelar perkara khusus kasus dugaan ijazah palsu Jokowi pada 15 Desember 2025.
- Pengacara Jokowi, Yakup Hasibuan, hadir langsung dalam gelar perkara tersebut.
- Publik lalu menyoroti sosok Yakup Hasibuan, termasuk informasi pribadi dan tarif jasanya sebagai pengacara.
Melansir ILS Law Firm, untuk konsultasi hukum, kisaran biaya bisa mulai dari beberapa ratus ribu per jam hingga beberapa juta rupiah. Sedangkan pendampingan perkara di pengadilan bisa bernilai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Beberapa faktor yang mempengaruhi besaran honorarium termasuk tingkat kesulitan kasus, reputasi dan pengalaman pengacara, serta durasi proses hukum yang diperlukan.
Faktor tersebut dijadikan pertimbangan dalam menentukan tarif per jam, tarif per tahap perkara, atau success fee sesuai kesepakatan awal dengan klien.
Profil dan Pendidikan Yakup Hasibuan
Yakup Hasibuan lahir pada 31 Agustus 1995 sebagai anak bungsu dari empat bersaudara dalam keluarga advokat ternama Otto Hasibuan dan Norwati Damanik. Ia dikenal publik tidak hanya sebagai pengacara, tapi juga sebagai suami dari aktris Jessica Mila.
Sejak kecil, Yakup tumbuh di lingkungan yang kuat dalam dunia hukum karena ayahnya adalah salah satu pengacara paling dikenal di Indonesia.
Latar belakang keluarganya memberi pengaruh besar dalam memilih profesinya sebagai praktisi hukum.
Yakup menempuh pendidikan sarjana hukum di Universitas Indonesia (UI) dan lulus pada tahun 2016, menandai awal fondasi akademisnya dalam bidang hukum.
Pendidikan ini kemudian menjadi langkah awalnya untuk berkarier di dunia hukum profesional.
Setelah menyelesaikan studi S1, Yakup memulai kariernya dengan bergabung di firma hukum internasional Baker McKenzie. Pengalaman ini memberinya wawasan praktik hukum global sejak awal karier.
Baca Juga: 7 Fakta Panas Gelar Perkara Khusus Ijazah Jokowi, dari Adu Tuntutan Hingga Narasi Sesat
Untuk memperdalam keahliannya, Yakup melanjutkan pendidikan pascasarjana di New York University School of Law (NYU) dan meraih gelar LL.M pada tahun 2020.
Di luar studi hukum, ia juga mengambil sertifikasi di Harvard Business School, memperluas pemahamannya tentang aspek bisnis dan keuangan.
Setelah pendidikan tersebut, ia kembali ke Indonesia dan bergabung dengan firma hukum milik keluarganya, Otto Hasibuan & Associates (OHA), di mana ia menangani berbagai kasus litigasi pidana, komersial, mediasi, dan arbitrase.
Selain itu, ia aktif di organisasi profesi hukum seperti Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) dan Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
5 Rekomendasi Moisturizer agar Melasma Tidak Makin Parah
-
5 Eye Cream yang Ampuh Mengatasi Kantung Mata dan Garis Halus Usia 35 Tahun
-
Cari Sunscreen Non Alkohol? Ini 5 Pilihan Murah dan Aman, Mulai Rp25 Ribuan
-
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
-
Kuota Mudik Gratis Pemprov Banten 2026: Info Pendaftaran, Rute, dan Syarat Lengkap
-
7 Serum Anti-Aging yang Ampuh Mengurangi Kerutan dan Flek Hitam
-
Beda Sariawan Biasa dan Gejala Kanker Mulut, Begini Penjelasannya
-
5 Rekomendasi Liquid Lipstik yang Bisa Dijadikan Blush On
-
5 Parfum Floral Fruity Produk Lokal, Wangi Elegan Mulai Rp26 Ribu
-
5 Moisturizer yang Bikin Kulit Lembap Sepanjang Hari Tanpa Lengket