Lifestyle / Female
Jum'at, 23 Januari 2026 | 14:31 WIB
Ilustrasi udara bersih. (Unsplash)

Suara.com - Kualitas udara di dalam rumah kerap kali diabaikan dan dianggap sebagai masalah yang sepele.

Padahal menurut laporan IQAir 2024, Indonesia menempati peringkat pertama sebagai negara dengan polusi udara tertinggi di Asia Tenggara. Yakni dengan konsentrasi PM2.5 di Jabodetabek mencapai 30–55 µg/m³, yakni 6 hingga 11 kali lebih tinggi dari pedoman tahunan WHO.

Kondisi ini membuat udara bersih bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan esensial bagi kesehatan keluarga.

Salah satu solusi praktis yang semakin populer adalah penggunaan air purifier, perangkat yang mampu menyaring debu, polutan, dan alergen sehingga udara di rumah tetap segar dan sehat.

Tips Praktis Menggunakan Air Purifier

Tempatkan di lokasi yang tepat
Air purifier bekerja optimal jika ditempatkan di area dengan sirkulasi udara yang baik, bukan di sudut ruangan yang terhalang furnitur. Hindari meletakkannya terlalu dekat dengan dinding atau tirai karena dapat menghambat aliran udara.

Penempatan di ruang keluarga atau kamar tidur utama biasanya paling efektif karena di sanalah aktivitas keluarga paling sering terjadi.

Perhatikan ukuran ruangan
Setiap air purifier memiliki kapasitas berbeda yang biasanya diukur dengan CADR (Clean Air Delivery Rate). Jika ruangan terlalu besar sementara kapasitas alat kecil, maka penyaringan udara tidak akan maksimal.

Pastikan memilih produk sesuai luas ruangan agar hasilnya benar-benar terasa, terutama untuk ruang dengan banyak anggota keluarga.

Baca Juga: 10 Tanaman Hias Pembersih Udara, Bikin Kamar Segar Tanpa Air Purifier

Rutin ganti atau bersihkan filter
Filter HEPA atau karbon aktif yang kotor justru bisa menjadi sumber polusi baru karena menumpuk debu dan bakteri. Sebaiknya ikuti rekomendasi pabrikan terkait jadwal penggantian filter, biasanya setiap 6–12 bulan.

Membersihkan bagian luar alat secara berkala juga membantu menjaga performa dan memperpanjang umur perangkat.

Gunakan mode otomatis atau timer
Banyak air purifier modern dilengkapi sensor kualitas udara yang bisa menyesuaikan kecepatan kipas secara otomatis. Fitur timer juga berguna untuk mengatur kapan alat menyala atau mati sehingga lebih hemat energi.

Dengan cara ini, Anda tidak perlu menyalakan alat sepanjang hari, cukup saat kualitas udara menurun.

Kombinasikan dengan ventilasi alami
Meski air purifier efektif menyaring polutan, sesekali membuka jendela tetap penting untuk pertukaran udara segar. Hal ini membantu mengurangi kelembapan berlebih dan mencegah pertumbuhan jamur di dalam rumah.

Kombinasi teknologi dan ventilasi alami akan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman.

Load More