- Desa Lobohede Sabu Raijua mengawinkan teknologi dan kearifan lokal melalui penempatan sumur resapan di perkebunan guna efisiensi irigasi petani.
- Inovasi program ini mencakup adopsi Pupuk Organik Cair (POC) dengan memanfaatkan kuatnya struktur sosial berbasis marga untuk penyebaran cepat.
- Keberhasilan program ini juga diperkuat tradisi gotong royong desa, meskipun masih terdapat kebutuhan dukungan teknis seperti dinamo untuk distribusi air.
Namun, implementasi di lapangan bukan tanpa hambatan. Obi menyampaikan bahwa masyarakat masih membutuhkan peralatan pendukung, seperti dinamo. Tujuannya supaya air dari sumur-sumur di kebun dapat dialirkan secara otomatis ke wilayah permukiman. Tantangan teknis seperti ini menjadi catatan penting bagi keberlanjutan program di masa depan.
Analisis dan Langkah ke Depan
Berdasarkan hasil pemantauan GEF SGP Indonesia, diidentifikasi beberapa poin krusial yang akan menentukan arah program selanjutnya. Salah satunya adalah integrasi ketahanan air dan pangan. Dalam hal ini, keberadaan sumur resapan di lahan produktif adalah peluang besar untuk memperluas manfaat POC ke lebih banyak keluarga.
Selain itu, ada risiko fragmentasi. Meski pendekatan marga sangat efektif sebagai pintu masuk, terdapat risiko eksklusivitas. Jika tidak dikelola dengan hati-hati, program ini bisa terjebak dalam sekat-sekat klan. Disarankan pula ada fasilitasi pertemuan lintas kelompok marga untuk memastikan manfaat program dirasakan secara merata tanpa ada kelompok yang terpinggirkan.
Nggak cuma buat pertanian, aspek kesehatan masyarakat juga disentuh via penyediaan sistem filtrasi air. Teknologi ini dirancang untuk memastikan bahwa air yang dikonsumsi warga memenuhi standar kualitas yang baik, melengkapi ekosistem ketahanan air yang sedang dibangun.
Iklim semi kering jadi tantangan
Isu pangan menjadi masalah langganan di NTT. Berbagai media massa memberitakan kejadian kerawanan pangan di NTT dalam kurun waktu 2009-2012. Data pada tahun 2021 menyebutkan NTT merupakan provinsi dengan angka stunting tertinggi secara nasional.
Berdasarkan laporan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) dari Kementerian Kesehatan, angka prevalensinya mencapai 37,8 persen. Diantara semua kabupaten, prevalensi stunting Sabu Raijua mendekati tingkat provinsi, yakni 33,9 persen.
Nah, akar dari persoalan pangan ini merupakan kombinasi kondisi iklim, geografi, dan politik kebijakan. Perubahan iklim kemudian memperparah kondisi tersebut. Tidak banyak vegetasi yang mampu bertahan di iklim semi-arid. Tanaman pangan yang bisa ditanam pun terbatas hanya bisa ditanam pada musim hujan karena cadangan air yang terbatas.
Baca Juga: Evolusi Ekonomi Sabu Raijua, Mengubah Komoditas Lokal Menjadi Bisnis Hijau Inklusif
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
Usia 55 Tahun Pakai Cushion Apa? Ini 5 Produk High Coverage yang Bisa Tutupi Flek Hitam
-
Apa Itu CV ATS? Ketahui Pengertian dan Cara Membuatnya yang Benar
-
5 Sepatu Lari Lokal Carbon Plate 'Kembaran' Saucony Versi Lebih Murah
-
Episode Terakhir Batavia Tales, Tinggalkan Warisan Sejarah dan Budaya di Panggung Musikal Indonesia
-
Satu Dekade International Global Network, Merawat Mimpi Generasi Muda Menuju Panggung Dunia
-
Sampah Masih Jadi PR Labuan Bajo, Kolaborasi Komunitas Didorong Demi Pariwisata Berkelanjutan
-
5 Moisturizer Lokal Murah untuk Kulit Kendur Usia 55 Tahun, Wajah Tampak Muda
-
6 Zodiak Paling Hoki dan Cuan di Akhir Januari 2026, Bakal Banjir Rezeki Melimpah
-
5 Rekomendasi Air Fryer Low Watt yang Awet untuk Penggunaan Jangka Panjang
-
Mengalami Peningkatan, Begini Cara Melindungi Diri dari Virus Nipah