Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 30 Januari 2026 | 20:00 WIB
Emas Antam (www.logammulia.com)
Baca 10 detik
  • Investasi tabungan emas digital bisa dimulai dengan modal hanya Rp50 ribu.

  • Emas fisik membutuhkan biaya cetak dan penyimpanan ekstra yang cukup mahal.

  • Tabungan emas digital lebih likuid karena saldo bisa dijual sebagian saja.

Suara.com - Investasi emas sedang naik daun belakangan ini, karena dianggap paling aman dari gempuran inflasi.

Namun buat kita yang punya budget terbatas, seringkali dilema lebih baik menabung emas dalam bentuk fisik, seperti logam mulia atau menabung emas digital.

Anda jangan sampai salah langkah, karena cara Anda berinvestasi emas harus disesuaikan dengan isi dompet.

Supaya tak bingung, berikut ini perbedaan tabungan emas dan emas fisik untuk investasi.

1. Modal Awal

Jika Anda hanya punya uang sebatas Rp50 ribu atau di bawahnya, tabungan emas digital bisa jadi pilihan terbaik untuk investaasi.

Di aplikasi digital atau pegadaian, Anda bisa beli emas mulai dari nominal recehan.

Lain halnya dengan membeli logam mulia fisi, Anda minimal kamu harus beli kepingan 0,5 gram atau 1 gram yang harganya sekarang sudah tembus Rp3,1 jutaan - Rp3,4 jutaan per 30 Januari 2026.

Jadi buat yang mau mulai investasi tanpa nunggu gajian besar, tabungan emas lebih masuk akal.

Baca Juga: KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?

Logam mulia emas (Freepik/wirestock)

2. Biaya Tersembunyi yang Sering Terlupakan

Banyak orang yang tidak sadar kalau beli emas fisik itu ada biaya cetaknya.

Misalnya, Anda beli emas 10 gram, maka Anda bisa kena biaya cetak sekitar Rp700 ribu sampai Rp1 juta tambahan.

Sedangkan di Tabungan Emas, Anda cuma beli angkanya saja secara digital sesuai harga pasar saat itu tanpa biaya cetak.

Biaya cetak baru muncul kalau nanti saldo Anda sudah banyak dan Anda mutusin buat mencetaknya jadi batangan asli.

3. Tingkat Keamanan

Load More