Aturan Terbaru Cara Hitung THR Proporsional untuk Semua Status Pekerja

Rabu, 11 Februari 2026 | 16:29 WIB
cara hitung thr proporsional (dibuat dengan AI)
BACA 10 DETIK
  • THR wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan sesuai Permenaker Nomor 6 Tahun 2016.
  • Karyawan dengan masa kerja minimal satu bulan berhak menerima THR, dihitung penuh atau proporsional.
  • Besaran THR proporsional dihitung berdasarkan masa kerja dibagi dua belas dikalikan satu bulan gaji.

Perhitungannya: 6/12 × Rp4.800.000 = Rp2.400.000

3. Cara Menghitung THR Karyawan Kontrak

Rumusnya sama dengan perhitungan proporsional:

THR = (Masa Kerja dalam bulan / 12) × 1 bulan gaji

Contoh: Gaji Rp3.600.000 dengan masa kerja 9 bulan

9/12 × Rp3.600.000 = Rp2.700.000

4. Cara Menghitung THR Karyawan Harian Lepas (Freelance)

Untuk pekerja harian lepas, perhitungan dilakukan berdasarkan rata-rata penghasilan bulanan.

Rumus umum:

THR = (Masa Kerja dalam bulan / 12) × Rata-rata Upah Bulanan

Contoh: Rata-rata upah per bulan Rp3.000.000 dengan masa kerja 4 bulan

4/12 × Rp3.000.000 = Rp1.000.000

5. Cara Menghitung THR Karyawan Baru

Karyawan baru yang belum genap satu tahun tetap menggunakan rumus proporsional:

THR = (Masa Kerja dalam bulan / 12) × 1 bulan gaji

6. Cara Menghitung THR Karyawan yang Mengundurkan Diri atau PHK

Jika sudah bekerja minimal satu bulan dalam tahun berjalan, perhitungannya tetap:

THR = (Masa Kerja dalam bulan / 12) × 1 bulan gaji

7. Cara Menghitung THR Karyawan Cuti

Karyawan yang sedang cuti tetap dihitung seperti karyawan aktif. Selama memenuhi masa kerja minimal satu bulan, rumusnya tetap:

THR = (Masa Kerja dalam bulan / 12) × 1 bulan gaji
atau penuh satu bulan gaji jika sudah bekerja 12 bulan atau lebih.

Nah itulah rumus dan cara hitung THR proporsional sesuai dengan status kerja.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com