Lifestyle / Komunitas
Rabu, 11 Februari 2026 | 18:21 WIB
Ilustrasi ziarah kubro. Warga melakukan ziarah kubur. [Suara.com/Dian Latifah]

Jamaah mengunjungi makam para ulama dan wali secara bergiliran. Di setiap makam, dipanjatkan doa, tahlil, dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an.

2. Pembacaan Dzikir dan Shalawat

Selama perjalanan ziarah, jamaah melantunkan dzikir dan shalawat secara bersama-sama. Suasana religius ini menjadi ciri khas ziarah kubro yang membedakannya dari ziarah biasa.

3. Tausiyah dan Kajian Keislaman

Di beberapa titik, biasanya diselenggarakan ceramah agama atau tausiyah yang membahas persiapan spiritual menyambut Ramadan, keteladanan ulama, serta pentingnya menjaga akhlak.

4. Kebersamaan dan Silaturahmi

Ziarah kubro juga menjadi ajang silaturahmi lintas daerah. Jamaah datang dari berbagai kota bahkan luar negeri, memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Ziarah Kubro

Tradisi ziarah kubro bukan sekadar ritual tahunan, tetapi mengandung nilai-nilai penting, di antaranya:

Baca Juga: Hadorot Ziarah Kubur Orang Tua Sebelum Puasa Ramadhan, Kapan Waktu yang Tepat?

  • Nilai spiritual: Mengingat kematian dan meningkatkan keimanan
  • Nilai historis: Mengenal sejarah ulama dan perjuangan dakwah Islam
  • Nilai sosial: Mempererat persaudaraan dan kebersamaan umat
  • Nilai edukatif: Menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda tentang tradisi Islam Nusantara

Nilai-nilai inilah yang membuat ziarah kubro tetap lestari meski zaman terus berubah.

Ziarah Kubro dan Tradisi Islam Nusantara

Ziarah kubro sering disebut sebagai bagian dari kekayaan Islam Nusantara, di mana ajaran Islam berpadu dengan budaya lokal tanpa menghilangkan nilai-nilai syariat. Tradisi ini menunjukkan bahwa dakwah Islam di Indonesia berkembang dengan pendekatan yang damai, santun, dan penuh kearifan lokal.

Ziarah kubro adalah tradisi ziarah besar-besaran jelang Ramadan yang memiliki makna mendalam bagi umat Muslim, khususnya di Sumatra Selatan. Lebih dari sekadar mengunjungi makam, ziarah kubro menjadi sarana refleksi diri, penghormatan kepada ulama, serta persiapan spiritual menyambut bulan suci.

Di tengah modernisasi, ziarah kubro tetap relevan sebagai pengingat akan nilai-nilai keimanan, kebersamaan, dan sejarah Islam di Indonesia. Tradisi ini menjadi bukti bahwa warisan budaya religius mampu memperkuat spiritualitas umat dari generasi ke generasi.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Load More