Jamaah mengunjungi makam para ulama dan wali secara bergiliran. Di setiap makam, dipanjatkan doa, tahlil, dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an.
2. Pembacaan Dzikir dan Shalawat
Selama perjalanan ziarah, jamaah melantunkan dzikir dan shalawat secara bersama-sama. Suasana religius ini menjadi ciri khas ziarah kubro yang membedakannya dari ziarah biasa.
3. Tausiyah dan Kajian Keislaman
Di beberapa titik, biasanya diselenggarakan ceramah agama atau tausiyah yang membahas persiapan spiritual menyambut Ramadan, keteladanan ulama, serta pentingnya menjaga akhlak.
4. Kebersamaan dan Silaturahmi
Ziarah kubro juga menjadi ajang silaturahmi lintas daerah. Jamaah datang dari berbagai kota bahkan luar negeri, memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Ziarah Kubro
Tradisi ziarah kubro bukan sekadar ritual tahunan, tetapi mengandung nilai-nilai penting, di antaranya:
Baca Juga: Hadorot Ziarah Kubur Orang Tua Sebelum Puasa Ramadhan, Kapan Waktu yang Tepat?
- Nilai spiritual: Mengingat kematian dan meningkatkan keimanan
- Nilai historis: Mengenal sejarah ulama dan perjuangan dakwah Islam
- Nilai sosial: Mempererat persaudaraan dan kebersamaan umat
- Nilai edukatif: Menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda tentang tradisi Islam Nusantara
Nilai-nilai inilah yang membuat ziarah kubro tetap lestari meski zaman terus berubah.
Ziarah Kubro dan Tradisi Islam Nusantara
Ziarah kubro sering disebut sebagai bagian dari kekayaan Islam Nusantara, di mana ajaran Islam berpadu dengan budaya lokal tanpa menghilangkan nilai-nilai syariat. Tradisi ini menunjukkan bahwa dakwah Islam di Indonesia berkembang dengan pendekatan yang damai, santun, dan penuh kearifan lokal.
Ziarah kubro adalah tradisi ziarah besar-besaran jelang Ramadan yang memiliki makna mendalam bagi umat Muslim, khususnya di Sumatra Selatan. Lebih dari sekadar mengunjungi makam, ziarah kubro menjadi sarana refleksi diri, penghormatan kepada ulama, serta persiapan spiritual menyambut bulan suci.
Di tengah modernisasi, ziarah kubro tetap relevan sebagai pengingat akan nilai-nilai keimanan, kebersamaan, dan sejarah Islam di Indonesia. Tradisi ini menjadi bukti bahwa warisan budaya religius mampu memperkuat spiritualitas umat dari generasi ke generasi.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Lingkungan Kerja Nyaman Jadi Prioritas Baru Gen Z dan Milenial dalam Memilih Karier
-
7 Shio Paling Beruntung di Juli 2026, Cuan Melimpah!
-
Review Azzura Luminous Cushion: Harga Terjangkau, Wajah Glowing Instan
-
Rekomendasi Ombre Wardah Staylock Lip Matte yang Tahan 20 Jam, Makan Ayam Geprek Tetap On!
-
Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG yang Tahan Lama dan Tidak Kering, Lengkap dengan Review Pengguna
-
5 Serum Lokal di Bawah Rp50 Ribu untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Lengkap dengan Review
-
Berawal dari Sekolah di Perbatasan, Inovasi Kulit Pisang Ini Kini Bawa Indonesia ke Kancah Global
-
5 Warna Lipstik yang Cocok untuk Wanita Usia 55 Tahun, Tampilan Lebih Fresh dan Anggun
-
5 Rangkaian Skincare Harian untuk Kulit Berjerawat Rekomendasi Dokter Estetika
-
Apa Merk Cushion yang Bagus? Ini 8 Rekomendasi yang Sudah BPOM