Namun, ia wajib segera mandi sebelum melaksanakan shalat Subuh, karena shalat tidak sah jika masih dalam keadaan hadas besar.
Jika seseorang sengaja menunda mandi hingga waktu Subuh habis dan akhirnya tidak melaksanakan shalat tepat waktu, maka puasanya tetap sah, tetapi ia berdosa karena meninggalkan kewajiban shalat.
Jika seseorang tertidur hingga matahari terbit, ia tetap wajib mandi ketika bangun, mengqadha shalat Subuh yang terlewat, dan melanjutkan puasanya sampai Maghrib. Puasanya tidak batal dan tidak perlu diganti di hari lain.
Kesimpulannya, mandi wajib tidak menentukan sah atau tidaknya puasa, tetapi sangat menentukan sah atau tidaknya shalat.
Meski demikian, para ulama menganjurkan agar mandi dilakukan sebelum Subuh jika memungkinkan, agar ibadah dijalani dalam keadaan suci dan lebih tenang.
Niat dan Tata Cara Mandi Wajib
Agar mandi wajib sah, ada beberapa rukun yang harus dipenuhi, yaitu:
- Berniat mengangkat hadas besar
- Menghilangkan najis yang menempel di tubuh
- Meratakan air ke seluruh tubuh tanpa ada bagian yang terlewat
Niat mandi wajib cukup di dalam hati saat pertama kali air disiramkan ke tubuh. Jika ingin melafalkannya, berikut bacaan yang umum digunakan:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari fardhan lillahi ta'ala.
Baca Juga: 7 Skincare Wardah agar Wajah Tetap Cerah dan Glowing saat Puasa
Artinya: Saya berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah Ta'ala.
Adapun tata cara mandi wajib yang dianjurkan sesuai sunnah adalah sebagai berikut:
- Membaca niat saat air pertama kali menyentuh tubuh
- Mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali
- Membersihkan kemaluan dan bagian tubuh yang terkena najis dengan tangan kiri
- Berwudhu seperti wudhu untuk shalat
- Menyiram kepala sebanyak tiga kali hingga air sampai ke akar rambut dan kulit kepala. Jika rambut tebal, sela-sela dengan jari agar air benar-benar merata
- Mengguyur seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan lalu kiri
- Memastikan tidak ada bagian tubuh yang kering, termasuk lipatan kulit, sela jari, pusar, dan belakang telinga
Demikianlah penjelasan terkait bolehkah puasa tapi belum mandi wajib. Dengan memahami hukum dan tata cara yang benar, kini tidak perlu lagi bingung ketika menghadapi kondisi junub saat Ramadhan. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Bolehkah Muslim Mengucapkan Selamat Paskah? Ini Penjelasan Hukumnya dalam Islam
-
Bolehkah Muslim Menerima Telur Paskah? Simak Penjelasan Para Ulama
-
Hukum Muslim Hadiri Open House Paskah Menurut Pandangan Ulama dan Hadis
-
5 Serum Lokal untuk Menyamarkan Flek Hitam, Bikin Wajah Awet Muda Mulai Rp20 Ribuan
-
Urutan Skincare Wardah Lightening Series Pagi dan Malam untuk Kulit Berminyak
-
Rahasia PIK Bisa Tarik 18 Juta Pengunjung: Destinasi yang Tak Lagi Bergantung Musim Liburan
-
6 Rekomendasi Lip Balm Korea untuk Bibir Kering, Ringan dan Glossy Tahan Lama
-
5 Moisturizer Lokal Paling Murah di Shopee, Mulai Rp20 Ribuan
-
5 Bedak Viva Cosmetics yang Murah dan Tahan Lama untuk Make Up Seharian
-
5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia