Lifestyle / Food & Travel
Selasa, 24 Februari 2026 | 19:48 WIB
Pantai Lalassa di Tanjung Lesung. (Dok. KEK Tanjung Lesung)
Baca 10 detik
  • Masyarakat urban Jakarta kini mencari suasana Ramadan tenang di luar kota, memilih pantai untuk refleksi diri dan interaksi keluarga berkualitas.
  • Menunggu waktu berbuka (ngabuburit) sambil menyaksikan matahari terbenam di cakrawala memberikan momen kontemplasi yang sulit didapatkan di antara gedung bertingkat.
  • Dengan berkembangnya infrastruktur tol ke berbagai daerah penyangga, perjalanan ke luar kota kini tidak lagi memakan waktu lama.

Suara.com - Bulan suci Ramadan identik dengan momen kebersamaan, mulai dari tradisi buka puasa bersama (bukber) hingga reuni keluarga. Namun, di kota besar seperti Jakarta, esensi ketenangan bulan puasa sering kali tertutup oleh hiruk-pikuk kemacetan menjelang magrib dan antrean panjang di pusat perbelanjaan yang sesak.

Tren mencari lokasi berbuka puasa kini mulai bergeser. Masyarakat urban semakin mendambakan suasana yang lebih privat, tenang, dan menyatu dengan alam. Melarikan diri sejenak ke luar kota, khususnya destinasi tepi pantai, menjadi pilihan populer untuk menciptakan memori Ramadan yang berbeda.

Mengapa berbuka puasa dan menginap di tepi pantai bisa menjadi pengalaman yang jauh lebih berkesan?

Pertama, suasana alam mendukung refleksi diri. Deburan ombak dan angin laut yang sejuk secara alami menciptakan efek relaksasi yang mendalam. Menunggu waktu berbuka (ngabuburit) sambil menyaksikan matahari terbenam di cakrawala memberikan momen kontemplasi yang sulit didapatkan di antara gedung bertingkat. Suasana syahdu ini memperkuat rasa syukur setelah seharian menahan lapar dan dahaga.

Kedua, aktivitas bonding yang lebih berkualitas. Jauh dari gangguan gawai dan kebisingan kota, interaksi antaranggota keluarga atau kerabat menjadi lebih hangat. Kegiatan sederhana seperti berjalan menyusuri pantai atau bermain pasir bersama anak-anak sebelum berbuka puasa membangun kedekatan emosional yang lebih kuat dibandingkan dengan sekadar duduk diam menunggu pesanan makanan datang.

Ketiga, aksesibilitas yang semakin mudah. Dengan berkembangnya infrastruktur tol ke berbagai daerah penyangga, perjalanan ke luar kota kini tidak lagi memakan waktu lama. Hal ini memungkinkan warga Jakarta untuk menikmati "liburan singkat" tanpa harus mengorbankan banyak waktu dan tenaga di jalan.

Menjawab kebutuhan akan suasana Ramadan yang syahdu dan menenangkan tersebut, Tanjung Lesung Beach & Hotel hadir sebagai salah satu opsi destinasi terbaik di dekat Jakarta.

Oase Ketenangan di KEK Tanjung Lesung

Terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Banten seluas 1.500 hektare, Tanjung Lesung menawarkan paket lengkap bagi mereka yang ingin "kabur" sejenak dari rutinitas. Dengan latar pemandangan Gunung Anak Krakatau dan pantai berair jernih, lokasi ini menjadi tempat ideal untuk merayakan Ramadan dengan cara yang istimewa.

Baca Juga: Momen Langka: Anies Baswedan, Puan hingga Sufmi Dasco Bertemu di Bukber Partai NasDem

Direktur Utama Tanjung Lesung, Poernomo Siswoprasetijo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan "Ramadan Escape Package" untuk mengakomodasi kebutuhan tamu akan ketenangan dan kebersamaan.

"Untuk paket Ramadan 2 hari 1 malam, harganya mulai Rp688 ribu net per malam, sudah termasuk sarapan atau sahur dan hidangan berbuka puasa atau makan malam, serta free takjil untuk dua orang per kamar. Periode ini berlaku hingga 19 Maret 2026," ujar Poernomo di kantornya.

Ragam Pilihan Berbuka

Pengunjung tidak harus menginap untuk menikmati suasana ini. Tanjung Lesung juga membuka akses bagi tamu yang hanya ingin berbuka puasa (walk-in guest) dengan harga sangat terjangkau.

"Untuk paket berbuka puasa dan bancakan, dimulai dengan Rp35 ribu per orang. Para tamu bisa berbuka puasa di tepi pantai di Pangrango Restaurant, Lalassa Beach Club, atau D’Kolecer Resto yang menciptakan pengalaman berbuka lebih berkesan," tambah pria yang juga menjabat sebagai CEO Pacific Asia Travel Association (PATA) Indonesia Chapter ini.

Aktivitas menunggu waktu berbuka di sini pun jauh dari kata membosankan. Pengunjung bisa gratis mengunjungi Mongolian Culture Center, bersepeda listrik, atau sekadar menikmati senja di Pantai Lalassa, Ladda, dan Bodur. Bagi yang ingin memacu adrenalin, tersedia pula watersport hingga tur udara menggunakan pesawat ringan Cessna.

Akses Tol Gratis dan Libur Lebaran

Kabar gembira bagi pelancong, akses menuju Tanjung Lesung kini semakin efisien. Ruas Tol Serang–Panimbang Seksi II telah dibuka dan memberikan akses gratis hingga 31 Maret 2026 bagi tamu yang melakukan pemesanan kamar lebih awal (selama kuota tersedia).

Dengan perpaduan alam yang memukau, akses mudah, dan harga kompetitif, Tanjung Lesung siap menjadi saksi bisu kenangan manis Ramadan dan Lebaran Anda tahun ini.

Load More