Lifestyle / Komunitas
Minggu, 01 Maret 2026 | 12:15 WIB
Ilustrasi zakat fitrah. (freepik)

Suara.com - Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki dimensi ibadah sekaligus sosial. Kewajiban ini tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga sarana untuk membersihkan harta dan membantu sesama.

Karena itu, memahami nisab dan haul zakat mal 2026 menjadi hal penting agar setiap Muslim dapat menunaikan kewajibannya secara benar dan sesuai syariat.

Dengan mengetahui batas minimal harta (nisab) dan masa kepemilikan (haul), perhitungan zakat dapat dilakukan dengan tepat. Hal ini membuat ibadah terasa lebih tenang sekaligus memberikan manfaat maksimal bagi para mustahik atau penerima zakat.

Makna Zakat dalam Islam

Secara bahasa, zakat berarti suci, tumbuh, dan penuh keberkahan. Dalam istilah syariat, zakat adalah sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan apabila telah memenuhi syarat yang ditentukan.

Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 103:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…”

Ayat tersebut menegaskan bahwa zakat bukan hanya berdampak pada penerima, tetapi juga menyucikan jiwa dan harta orang yang menunaikannya.

Kewajiban zakat juga ditegaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 110, yang memerintahkan umat Islam untuk mendirikan salat dan menunaikan zakat sebagai bentuk ibadah yang tidak terpisahkan.

Baca Juga: Berapa Nominal Zakat Fitrah 2026 dalam Bentuk Uang?

Nisab dan Haul Zakat Mal 

Sebelum menghitung zakat mal, ada dua syarat utama yang harus dipahami, yaitu nisab dan haul. Nisab adalah batas minimum harta yang wajib dizakati. Jika harta seseorang belum mencapai nisab, maka ia belum berkewajiban mengeluarkan zakat mal.

Sementara haul adalah masa kepemilikan harta selama satu tahun penuh berdasarkan kalender hijriah. Artinya, harta tersebut harus tersimpan atau dimiliki selama 12 bulan hijriah sebelum dikenai zakat.

Selain nisab dan haul, harta yang dizakati juga harus memenuhi syarat lain, seperti kepemilikan penuh, diperoleh secara halal, bersifat produktif atau berpotensi berkembang, serta tidak sedang terbebani utang yang mengurangi jumlah harta hingga di bawah nisab.

Nisab Zakat Mal 2026

Pada tahun 2026, nisab zakat mal mengacu pada nilai 85 gram emas murni. Artinya, seseorang wajib membayar zakat mal apabila total harta yang dimiliki, baik dalam bentuk tabungan, emas, investasi, maupun aset produktif lainnya, telah setara atau melebihi nilai 85 gram emas.

Load More