- Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989, dikabarkan meninggal dunia setelah serangan udara akhir Februari 2026.
- Kabar kematiannya dikonfirmasi oleh media pemerintah Iran menyusul dugaan serangan udara oleh Amerika Serikat dan Israel.
- Sebagai figur sentral, kematian Khamenei memicu perhatian dunia dan membuka proses transisi kekuasaan di Republik Islam Iran.
Suara.com - Nama Ali Khamenei menjadi sorotan dunia setelah muncul laporan bahwa Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran itu meninggal dunia usai serangan udara yang disebut dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026.
Kabar ini memicu perhatian internasional, mengingat Khamenei merupakan figur paling berpengaruh dalam struktur kekuasaan Iran selama lebih dari tiga dekade.
Lantas, siapa sebenarnya Ali Khamenei dan bagaimana kronologi isu kematiannya?
Profil Ali Khamenei
Ali Khamenei lahir pada 19 April 1939 di Mashhad, Iran. Ia dikenal sebagai ulama Syiah yang aktif dalam gerakan Revolusi Iran 1979 yang menggulingkan Shah Mohammad Reza Pahlavi dan mengubah Iran menjadi Republik Islam.
Setelah revolusi, Khamenei menduduki sejumlah posisi strategis. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Iran selama dua periode, yakni 1981–1989. Setelah wafatnya pemimpin revolusi Ruhollah Khomeini pada 1989, Khamenei dipilih oleh Majelis Ahli untuk menjadi Pemimpin Tertinggi Iran.
Sebagai Pemimpin Tertinggi, Khamenei memiliki kewenangan luas, termasuk mengendalikan angkatan bersenjata, menunjuk kepala kehakiman, serta menentukan arah kebijakan luar negeri dan pertahanan negara. Ia juga memiliki pengaruh besar terhadap Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), kekuatan militer elite Iran.
Selama masa kepemimpinannya, Khamenei dikenal sebagai sosok yang mengambil sikap keras terhadap Amerika Serikat dan Israel. Ia juga berperan penting dalam membentuk kebijakan regional Iran di Timur Tengah serta mempertahankan program nuklir negaranya di tengah tekanan internasional.
Isu Meninggal Usai Serangan AS dan Israel
Baca Juga: Rusia Desak AS dan Israel Hentikan Agresi Terhadap Iran di Sidang PBB
Kabar meninggalnya Khamenei mencuat setelah laporan serangan udara besar yang disebut menargetkan fasilitas militer dan pusat komando di Teheran. Sejumlah pejabat Amerika Serikat dan Israel mengklaim bahwa operasi tersebut berhasil melumpuhkan struktur penting kepemimpinan Iran.
Yang menjadi perhatian, beberapa media pemerintah Iran kemudian turut mengonfirmasi kabar duka tersebut. Melansir laporan kantor berita dan siaran televisi negara Iran yang dikutip sejumlah media internasional, disebutkan bahwa Ali Khamenei telah “gugur” atau wafat setelah serangan tersebut.
Kantor berita pemerintah Iran dan televisi nasional dilaporkan menyiarkan pengumuman resmi mengenai kematian Khamenei serta menetapkan masa berkabung nasional.
Sejumlah media internasional seperti Associated Press dan Reuters juga memberitakan bahwa pengumuman tersebut disampaikan melalui saluran resmi Iran.
Namun demikian, pada jam-jam awal pasca-serangan, sempat beredar pernyataan dari pejabat Iran yang membantah kabar tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari “perang psikologis”.
Perbedaan pernyataan ini sempat memicu kebingungan sebelum akhirnya laporan media negara Iran menyebut adanya konfirmasi resmi.
Jika kematian Khamenei benar telah dikonfirmasi secara final oleh otoritas Iran, peristiwa ini menjadi titik balik besar dalam sejarah politik Republik Islam.
Sebagai Pemimpin Tertinggi sejak 1989, Khamenei merupakan figur sentral yang memegang kendali atas militer, sistem hukum, dan arah ideologi negara.
Sesuai konstitusi Iran, proses penunjukan Pemimpin Tertinggi baru akan dilakukan oleh Majelis Ahli. Namun, dalam situasi geopolitik yang memanas, proses transisi kekuasaan diperkirakan berlangsung dalam tekanan tinggi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Hingga kini, perkembangan situasi di Iran terus menjadi perhatian komunitas internasional. Dunia menanti kejelasan penuh dari pemerintah Iran terkait status resmi dan langkah politik selanjutnya.
Demikian profil Ali Khamenei serta rangkuman isu meninggalnya usai serangan yang disebut dilakukan Amerika Serikat dan Israel. Perkembangan terbaru masih terus dipantau berbagai media global.
Berita Terkait
-
Buntut Perang AS vs Iran, Bandara King Abdulaziz Terbitkan Surat Peringatan Perjalanan
-
Adian Napitupulu Kecam Agresi AS-Israel ke Iran: Board of Peace atau Board of War?
-
Nostalgia Piala Dunia 1998: Amerika Serikat dan Iran Pernah Akrab
-
Rencana Mediasi Prabowo di Iran Tak Realistis, Dino Patti Djalal: Itu Bunuh Diri Politik!
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Lebaran Tanggal Berapa? Simak Penjelasan BRIN Terkait Potensi Perbedaan Idulfitri 2026
-
Lebaran Tanggal Berapa? Simak Penjelasan BRIN Terkait Potensi Perbedaan Idulfitri 2026
-
Pengumuman SNBP 2026 Kapan Keluar? Ini Jadwal Resmi dan Cara Cetak Kartu Peserta
-
Apa yang Dimaksud dengan Fidyah? Ketahui Siapa yang Diperbolehkan dan Aturan Bayarnya
-
Soal TKA Matematika SD Kelas 6 PDF Beserta Pembahasan dan Kunci Jawaban
-
10 Menu Buka Puasa yang Baik untuk Penderita Asam Lambung
-
Cek Link Pendaftaran Motis Lebaran 2026, Kapan Resmi Dibuka?
-
Keutamaan dan Hikmah Zakat Fitrah untuk Pemberi dan Penerima, Tak Hanya Sempurnakan Puasa
-
6 Sandal Crocs yang Diskon di Sports Station, Hemat Sampai 50% Selama Ramadan
-
Berapa Nisab dan Haul Zakat Mal 2026? Ini Perhitungannya