Lifestyle / Food & Travel
Minggu, 01 Maret 2026 | 15:46 WIB
Ilustrasi Kolak (Freepik/tyasindayanti)
Baca 10 detik
  • Kolak Pisang dianggap sebagai ikon Ramadan Indonesia dengan rasa manis gula merah dan gurih santan, kaya akan kalium.
  • Biji Salak merupakan hidangan khas Betawi dari ubi jalar yang menawarkan tekstur kenyal saat disantap.
  • Kedua takjil populer ini memiliki perbedaan nutrisi.

Ubi ungu atau ubi kuning yang digunakan juga memberikan warna-warna cerah yang secara estetika sangat menggugah selera.

Perbandingan Nutrisi: Mana yang Lebih Sehat?

Jika kita melihat dari sisi kesehatan, keduanya memiliki profil yang cukup mirip karena sama-sama mengandung karbohidrat tinggi, gula, dan lemak dari santan. Namun, ada sedikit perbedaan:

Kolak Pisang: Unggul dalam serat alami dari buah dan kandungan mikronutrisi seperti Vitamin B6 dan Kalium. Jika dimasak dengan santan encer dan sedikit gula, ini bisa menjadi pilihan yang lebih "alami".

Biji Salak: Mengandung ubi jalar yang kaya akan Beta-Karoten (terutama ubi kuning/oranye) dan antioksidan (ubi ungu). Namun, penggunaan tepung tapioka meningkatkan indeks glikemik, sehingga perlu diwaspadai oleh penderita diabetes atau mereka yang sedang menjaga berat badan.

Kesimpulan: Kolak Pisang atau Biji Salak untuk Buka Puasa?

Keputusan antara kolak pisang vs biji salak pada akhirnya kembali ke selera masing-masing. Jika Anda mendambakan takjil dengan aroma tradisional yang kuat dan buah segar, kolak pisang adalah jawabannya.

Namun, jika Anda lebih menyukai sensasi kenyal dengan perpaduan kuah santan yang kental dan gurih, biji salak tidak akan pernah mengecewakan.

Bahkan, tren terkini di banyak kedai takjil adalah menyatukan keduanya dalam satu mangkuk: "Kolak Campur". Sebuah solusi diplomatis bagi Anda yang tidak ingin memilih dan ingin menikmati kemewahan rasa keduanya sekaligus.

Jadi, untuk buka puasa sore ini, mana yang akan mendarat di mangkuk Anda? 

Baca Juga: Berapa Nisab dan Haul Zakat Mal 2026? Ini Perhitungannya

Load More