Lifestyle / Female
Rabu, 04 Maret 2026 | 13:52 WIB
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Dalam salah satu balasannya, ia menuliskan ancaman agar warga berhati-hati dalam berbicara karena bisa diperiksa penegak hukum.

Meski kemudian dicantumkan tagar “#admin”, publik terlanjur menilai respons tersebut kurang mencerminkan etika komunikasi pejabat daerah.

Kini setelah OTT terjadi, akun Instagram pribadi Fadia dilaporkan menghilang dari pencarian.

Sorotan lain yang tak kalah tajam adalah soal kekayaan Fadia Arafiq berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Saat pertama kali melaporkan hartanya pada 17 Februari 2011, total kekayaannya tercatat sebesar Rp26,1 miliar.

Angka tersebut didominasi oleh aset tanah dan bangunan di Bogor dan Jakarta, kendaraan pribadi seperti Honda Freed dan Peugeot, serta sejumlah usaha di bidang perdagangan dan garment.

Kala itu, Fadia juga memiliki kas dan setara kas sekitar Rp6 miliar, dan tidak tercatat memiliki utang. Total kekayaan bersihnya mencapai Rp26.139.357.000.

Namun dalam laporan LHKPN terbarunya sebelum terjerat OTT, jumlah tersebut melonjak drastis menjadi Rp85,6 miliar atau meningkat lebih dari tiga kali lipat.

Sebagian besar kekayaan terbaru berasal dari kepemilikan 26 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Pekalongan dan Bogor dengan total nilai Rp74,29 miliar.

Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Bantah Bareng Bupati Pekalongan Saat OTT KPK: Enggak, Info dari Mana?

Selain itu, Fadia juga memiliki kendaraan seperti Hyundai Minibus tahun 2013 serta Toyota Alphard 2018.

Kas dan setara kas yang dimiliki tercatat lebih dari Rp10,3 miliar. Meski memiliki utang sekitar Rp3,2 miliar, total kekayaan bersihnya tetap berada di angka Rp85.623.500.000.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Load More