Tanpa intervensi teknologi tinggi seperti Enhanced Oil Recovery (EOR) atau injeksi kimia, produksi nasional akan terus merosot di bawah angka 600.000 barel per hari.
Padahal konsumsi domestik terus melonjak melewati 1,5 juta barel per hari.
Kondisi ini diperparah oleh eskalasi konflik di Timur Tengah pada Februari 2026 yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Perang ini mengakibatkan disrupsi rantai pasok global yang ekstrem.
Harga minyak mentah dunia melambung tinggi karena ketidakpastian keamanan di jalur perdagangan internasional.
Sebagai negara yang bergantung pada impor, Indonesia terpukul oleh tingginya biaya pengadaan BBM dan membengkaknya beban subsidi APBN.
Bisakah Indonesia survive selama 20 hari?
Menyinggung bahasan sebelumnya, Bahlil menyebutkan bahwa cadangan penyangga energi nasional hanya mampu membuat Indonesia bertahan selama kurang lebih 20 hari jika jalur distribusi utama, yakni Selat Hormuz, ditutup total akibat perang.
Selat Hormuz adalah urat nadi minyak dunia. Jika Iran menutup jalur ini sebagai respons atas serangan AS dan Israel, pasokan minyak global akan lumpuh.
Angka '20 hari' ini sebenarnya adalah alarm keras.
Baca Juga: Purbaya Klaim Anggaran Negara Masih Aman di Tengah Perang AS-Israel-Iran
Secara teknis, angka ini merujuk pada Operational Stock milik Pertamina, bukan cadangan strategis negara (Strategic Petroleum Reserves) yang seharusnya dimiliki oleh negara berdaulat dalam jangka panjang.
Artinya, jika dalam 20 hari jalur tersebut tidak dibuka atau Indonesia tidak menemukan sumber impor alternatif, stabilitas nasional akan terancam.
Kelangkaan BBM di SPBU akan terjadi, yang diikuti oleh lonjakan harga barang pokok dan inflasi hebat.
Indonesia memang bisa 'survive' secara jangka pendek, namun tanpa diversifikasi energi dan peningkatan cadangan strategis, kedaulatan minyak nasional berada di titik yang sangat rentan.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Azan Magrib Semarang Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal Buka Puasa Lengkapnya
-
5 Ide Isi Hampers Lebaran 2026 Harga Rp25 Ribu, Nggak Murahan dan Tetap Elegan
-
Lebaran 2026 Makin Praktis Pakai THR Digital Bank Indonesia, Begini Cara Mainnya
-
Kuota Mudik Gratis 2026 PT INKA Masih Tersedia: Cek Rute, Syarat dan Klik Link Daftarnya di Sini!
-
Apakah Karyawan Resign Mendekati Lebaran Masih Dapat THR? Simak Aturan Hukumnya!
-
5 Sepatu New Balance Diskon 70% di Sports Station: Mulai Rp200 Ribuan, Bisa untuk Lebaran
-
Daftar ATM BNI Pecahan Rp20 Ribu di Jawa Tengah, Ambil THR Lebaran Tanpa Antre!
-
Riwayat Pendidikan Ruce Nuenda, Ternyata Lulusan Sarjana di Kampus Ini
-
Daftar Mudik Gratis BNI 2026: Cek Syarat, Rute, dan Jadwal Keberangkatan
-
Daftar Kepala Daerah Kena OTT KPK Sepanjang Awal 2026, Terbaru Bupati Pekalongan Fadia Arafiq