Lifestyle / Komunitas
Selasa, 31 Maret 2026 | 18:16 WIB
Ilustrasi SKCK.

6. Mengisi Formulir Daftar Riwayat Hidup yang telah disediakan di kantor Polisi dengan jelas dan benar.

7. Pengambilan Sidik Jari oleh petugas.

Memperpanjang Masa Berlaku SKCK

1. Membawa lembar SKCK lama yang asli/legalisir (maksimal telah habis masanya selama 1 tahun)

2. Membawa fotocopy KTP/SIM.

3. Membawa fotocopy Kartu Keluarga.

4. Membawa fotocopy Akta Kelahiran/Kenal Lahir.

5. Membawa Pas Foto terbaru yang berwarna ukuran 4×6 sebanyak 3 lembar.

6. Mengisi formulir perpanjangan SKCK yang disediakan di kantor Polisi.

Baca Juga: Perpanjang SKCK 2025 Online dan Offiline: Cara Terbaru dan Syarat Dokumen

Perlu diketahui bahwa Polsek tidak menerbitkan SKCK untuk keperluan melamar/ melengkapi administrasi PNS/ CPNS serta pembuatan visa atau keperluan lain yang bersifat antar-negara. Kemudian Polsek/Polres penerbit SKCK harus sesuai dengan alamat KTP/SIM pemohon.

Tips agar Terhindar dari Pungli Pembuatan SKCK

1. Ketahui Biaya Resmi Pembuatan SKCK

Langkah pertama dan paling penting adalah mengetahui biaya resmi pembuatan SKCK. Sesuai ketentuan pemerintah, biaya yang dikenakan adalah Rp30.000.

Tarif ini berlaku secara nasional dan tidak boleh ditambah dengan alasan apa pun. Dengan mengetahui angka pasti ini, Anda akan lebih percaya diri menolak jika ada pihak yang meminta biaya tambahan yang tidak jelas.

2. Siapkan Dokumen Secara Lengkap

Salah satu celah terjadinya pungli adalah ketika pemohon tidak membawa dokumen lengkap. Oknum tertentu bisa saja menawarkan “bantuan” dengan imbalan biaya tambahan.

Untuk menghindari hal ini, pastikan Anda sudah menyiapkan semua persyaratan seperti fotokopi KTP, Kartu Keluarga, akta kelahiran, serta pas foto sesuai ketentuan. Dengan dokumen lengkap, Anda tidak perlu bergantung pada pihak lain.

3. Gunakan Layanan Resmi atau Online

Saat ini, pendaftaran SKCK sudah bisa dilakukan secara online melalui situs resmi Kepolisian. Dengan menggunakan layanan ini, Anda bisa meminimalisir interaksi langsung yang berpotensi membuka peluang pungli.

Selain itu, sistem online biasanya memberikan informasi yang lebih transparan, termasuk soal biaya dan prosedur yang harus dilalui.

4. Minta Bukti Pembayaran Resmi

Setelah melakukan pembayaran, jangan lupa untuk selalu meminta bukti pembayaran resmi. Bukti ini penting sebagai tanda bahwa Anda telah membayar sesuai ketentuan yang berlaku.

Jika ada pihak yang meminta uang tanpa memberikan bukti resmi, sebaiknya Anda menolak karena hal tersebut patut dicurigai sebagai pungli.

5. Laporkan Jika Menemukan Indikasi Pungli

Jika Anda menemukan atau mengalami langsung praktik pungli, jangan ragu untuk melaporkannya. Kepolisian menyediakan berbagai kanal pengaduan, baik secara langsung maupun melalui layanan online.

Dengan melapor, Anda tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu mencegah praktik serupa terjadi pada orang lain.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Load More