- Pemerintah Thailand melarang pegawai naik lift, sementara Mesir mematikan lampu ibu kota lebih awal.
- Sri Lanka dan Myanmar menetapkan hari Rabu sebagai libur resmi guna menekan penggunaan energi.
- Eropa menggabungkan aturan kerja dari rumah dengan batasan ketat kecepatan kendaraan di jalan raya.
Alih-alih membiarkan instansi memilih hari WFH sendiri, Sri Lanka dan Myanmar punya kesepakatan tak tertulis yang unik: memukul rata hari Rabu sebagai hari tanpa mobilitas.
Di Sri Lanka, hari Rabu resmi jadi tambahan hari libur untuk sekolah, universitas, hingga kantor pemerintah.
Sementara di Myanmar, pejabat publiknya diwajibkan WFH spesifik di pertengahan minggu tersebut. Memotong mobilitas tepat di tengah-tengah hari kerja dinilai efektif menekan konsumsi BBM secara drastis.
4. Pakistan: Pangkas Hari Kerja dan Tutup Paksa Sekolah
Pakistan mengambil langkah darurat yang paling ekstrem. Bukan cuma WFH parsial, Perdana Menteri Shehbaz Sharif nekat memangkas sistem kerja menjadi hanya 4 hari dalam seminggu untuk sektor publik dan swasta.
Tidak berhenti di situ, seluruh sekolah dan kampus se-Pakistan ditutup total selama dua minggu dan dipaksa kembali ke sistem belajar online era pandemi.
Kebijakan ini benar-benar menyapu bersih jalanan dari kendaraan antar-jemput anak sekolah.
5. Uni Eropa: WFH Plus Dilarang Keras Ngebut
Negara-negara Uni Eropa punya pendekatan yang sangat metodis. Mereka mengawinkan anjuran WFH dengan aturan ketat di jalan tol.
Baca Juga: Radar THAAD Senilai Rp2 Triliun Hancur Total Diserang Iran Bikin Hubungan AS dan NATO Kini Memanas
Bagi warga yang terpaksa harus keluar rumah, Komisioner Eropa meminta mereka mengurangi batas kecepatan maksimal di jalan raya sebesar 10 km/jam.
Secara teknis otomotif, mengemudi dengan kecepatan lebih lambat dan konstan memang terbukti membakar bahan bakar jauh lebih sedikit.
Warga juga didorong kuat untuk melakukan carpooling (nebeng satu mobil bersama) ketimbang bawa mobil sendiri-sendiri.
Melihat ragam kebijakan di atas, WFH 1 hari dalam sepekan yang diterapkan Indonesia terasa jauh lebih longgar.
Strategi "di luar nurul" dari negara-negara seperti Thailand dan Mesir membuktikan bahwa krisis BBM global ini membutuhkan pengorbanan ekstra dari aktivitas harian yang selama ini kita anggap sepele.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
7 Fakta Film Dilan ITB 1997, Kapan Tayang di Bioskop Indonesia?
-
Usai Lebaran, Ini Cara Cerdas Mengisi Kembali Kebutuhan Tanpa Bikin Dompet Menipis
-
7 Sunscreen SPF 50 untuk yang Sering Beraktivitas Outdoor, Anti Perih dan Kusam
-
Daftar Harga Sunscreen Azarine Terbaru April 2026, Mulai Rp30 Ribuan
-
5 Zodiak Paling Hoki dan Sukses pada 4 April 2026, Kamu Masuk Daftar?
-
Pinkan Mambo Kuliah di Mana? Viral Live Ngamen di Pinggir Jalan
-
Apa Kegunaan Moisturizer? Ini 10 Manfaat Penting yang Wajib Kamu Tahu
-
Tak Bisa Dipalsukan, Apa itu Ijazah Blockchain yang Diraih Pratama Arhan?
-
7 Sepatu Lari Terbaik Adidas Alternatif Adizero untuk Daily Run hingga Race
-
30 Ucapan Selamat Hari Paskah 2026 dalam Bahasa Inggris yang Benar dan Penuh Makna