Suara.com - Situasi padat, panas, dan sesak menjadi tiga kata yang menggambarkan kota-kota besar di Indonesia. Mulai dari Jakarta yang kerap terkepung asap polusi udara hingga Surabaya dengan terik mataharinya yang menyengat. Kondisi ini tentunya membuat masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut merasa tidak nyaman.
Namun, terdapat sebuah inovasi yang berpotensi mengubah situasi di kota-kota besar dari sesak menjadi jauh lebih segar, yaitu konsep hutan rumah vertikal atau vertical forest yang diresmikan di Milan, Italia, pada oktober 2024, sebagaimana dilaporkan oleh BBC (8/4/2026). Bangunan yang dirancang oleh arsitek Stefano Boeri dan timnya ini menjadi solusi bagi masyarakat perkotaan untuk menikmati hunian dengan nuansa hijau.
Sebagai Penyaring Polusi Udara dan Peredam Panas yang Efektif
Konsep hutan rumah vertikal yang menanam tanaman pada fasad gedung tidak hanya menghadirkan pemandangan yang lebih asri, tetapi juga efektif dalam menyaring polusi udara. Melalui proses fotosintesis, tanaman bisa mengubah Co2 menjadi O2 sehingga membuat kondisi di rumah terasa lebih lega.
Kehadiran konsep ini sangat bermanfaat, terutama bagi keluarga yang memiliki anak kecil atau bayi, atau individu dengan kondisi kondisi kesehatan yang rentan terhadap polusi udara. Hal ini juga sejalan dengan laporan dari World Green Building Council yang menyatakan bahwa bangunan dengan desain yang penuh dengan vegetasi mampu menyaring polutan secara signifikan sebelum masuk ke dalam sistem ventilasi bangunan.
Selain itu, riset dari National University Of Singapore (NUS) menunjukkan bahwa penggunaan fasad tanaman di wilayah tropis dapat menurunkan suhu permukaan luar dinding gedung hingga 10 sampai 12 derajat Celcius.
Solusi Bagi Lahan yang Kian Menyempit
Di banyak kota-kota besar seperti Jakarta, salah satu tantangan utama adalah keterbatasan ruang terbuka hijau yang sering berbenturan dengan kebutuhan hunian. Oleh karena itu, konsep hutan rumah vertikal hadir sebagai solusi untuk mengatasi masalah tersebut dengan menggabungkan keduanya.
Dengan menempatkan tanaman secara vertikal pada bangunan, ruang hijau tetap dapat dihadirkan tanpa membutuhkan lahan yang luas. Pemanfaatan fasad gedung ini tidak hanya menghemat ruang, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup penghuninya serta nilai properti karena memadukan sisi estetika dengan solusi fungsional atas permasalahan perkotaan.
Baca Juga: Banyak Akses Infrastruktur, Kawasan Park Serpong Mulai Diburu Pelaku Usaha
Sebagai tambahan, pemilihan tanaman juga perlu diperhatikan. Tanaman yang digunakan sebaiknya tidak terlalu besar, mudah dirawat , dan efektif dalam menyaring udara serta menyejukkan. Beberapa tanaman yang dapat menjadi pilihan adalah lidah mertua, sirih gading, dan lidah buaya.
Setelah mengetahui hal ini, apakah kamu tertarik untuk mencoba konsep hutan rumah vertikal?
Penulis: Natasha Suhendra
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
4 Manfaat Zinc untuk Kesehatan Kulit, dari Meredakan Jerawat hingga Kemerahan
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
-
4 Rekomendasi Sepatu Lari Terbaik untuk Pemula, Cocok buat Jogging Santai
-
5 Kesalahan Hair Care yang Bisa Merusak Rambut, Masih Sering Dilakukan
-
Gaya Hidup dan Pengalaman Bersantap Jadi Kunci, Industri Kuliner Indonesia Diprediksi Terus Tumbuh
-
Doa Hari Pertama Masuk Sekolah, Amalkan agar Diberi Kelancaran dan Kemudahan
-
Harga Rp9 Ribuan, Apakah Liquid Foundation Viva Tahan Lama? Cek Review Pengguna
-
2 Pilihan Sunscreen Sariayu, Lengkap dengan Review Jujur Pembeli dan Harganya
-
Wardah Lite Skin Filter Cushion untuk Kulit Apa? Simak Klaim dan Review Penggunanya
-
Tips Memilih Sepatu Sekolah yang Tahan Lama dan Gak Gampang Rusak