- Kampus FHUI sedang menginvestigasi 16 mahasiswa terduga pelaku pelecehan seksual di grup chat.
- Para pelaku terancam hukuman pidana hingga enam tahun penjara berdasarkan aturan UU TPKS.
- Selain sanksi pidana, pihak kampus berpotensi menjatuhkan hukuman Drop Out bagi mahasiswa bermasalah.
Ada ketentuan penambahan sepertiga dari ancaman pidana utama. Bahkan, kalau nanti ditemukan unsur paksaan atau manipulasi, kurungan bisa tembus hingga 6 tahun.
3. Sanksi Sosial: Identitas Diumumkan ke Publik
Tak berhenti di balik jeruji besi, identitas pelaku juga berpotensi diumumkan ke publik sebagai bentuk sanksi tambahan. Di luar itu, mereka bisa diwajibkan menjalani rehabilitasi medis dan sosial.
4. Ancaman Pemecatan (DO) dari Kampus
Bukan cuma berhadapan dengan meja hijau, mereka juga harus bersiap kehilangan status akademis. Secara institusi, pihak kampus punya kewenangan penuh untuk menjatuhkan sanksi etik paling berat, yakni pemberhentian secara tidak hormat alias Drop Out (DO).
Di sisi lain, negara lewat UU TPKS sangat memprioritaskan perlindungan dan pemulihan korban. Mereka berhak penuh atas deretan layanan esensial, mulai dari pendampingan psikologis, bantuan hukum, jaminan keamanan identitas, hingga kompensasi atas kerugian materiil maupun imateriil.
Bagi siapa saja yang mungkin menjadi korban atau mengetahui hal serupa, jangan ragu untuk bertindak.
Kumpulkan semua bukti digital seperti screenshot percakapan, lalu laporkan ke pihak berwajib atau Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).
Kejadian ini kembali menjadi tamparan keras bahwa tingginya nilai akademis rupanya belum tentu menjamin kualitas moral seseorang.
Baca Juga: DPR Minta Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI Diproses Tegas Sesuai Aturan
Ruang pendidikan harus segera dibersihkan agar kembali menjadi tempat aman yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, bukan malah menjadi ekosistem subur bagi para pelaku pelecehan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Apa itu Helicopter Parenting? Dikaitkan dengan 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual
-
6 Rekomendasi Sabun Mandi Aroma Buah yang Segar Dipakai Pagi-Pagi
-
5 Sepatu Lari Lokal Terbaik untuk Long Run, Tak Kalah Keren dari Nike
-
Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
-
Sunscreen Apa yang Bagus? Ini 6 Rekomendasi yang Mencerahkan Wajah dan Anti Whitecast
-
Terpopuler: Fakta Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI, Rekrutmen KAI Group Dibuka
-
Ramalan Zodiak 15 April 2026, Ini 4 Zodiak Paling Beruntung dan Panen Peluang Emas
-
Daftar Harga Mesin Cuci LG Front Loading 8 Kg Terbaru, Mulai dari Rp4 Jutaan
-
Munif Taufik Dijuluki Justice Collaborator Kasus FH UI, Apa Ancaman Hukumannya?
-
Hari Kartini 21 April 2026 Apakah Libur? Cek Ketentuan Resmi Menurut SKB 3 Menteri