-
Supriadi adalah napi kasus korupsi izin nikel yang membuat negara merugi Rp233 miliar.
-
Video Supriadi ngopi di kafe bersama petugas viral di media sosial.
-
Pihak Ditjenpas sedang menginvestigasi petugas dan napi atas pelanggaran prosedur.
Suara.com - Video mengenai narapidana (napi) kasus korupsi yang terekam minum kopi di kafe bersama petugas viral menjadi perbincangan. Profil Supriadi serta kasusnya lantas banyak dicari oleh netizen.
Dalam dua hari terakhir, video yang memperlihatkan napi berpeci viral di media sosial dengan jutaan tontonan.
Akun yang memviralkan mencakup @ies.3n, @fakta.indo, @feedgramindo, dan masih banyak lagi.
Topik 'Napi Kendari Keluar Ngopi' menjadi salah satu rekomendasi pencarian viral di TikTok.
Tak hanya di TikTok, video napi kasus korupsi ke kafe juga viral di X dan Instagram.
Setelah viral, netizen mengecam video tersebut serta menyinggung kembali kasus 'Gayus' yang dulu pernah bikin heboh.
"Kurang enak apa jadi koruptor kan. Jalan bebas layaknya yang punya rutan," tulis @ga**et**a.
"Halooo @dpr_ri gampang banget ya berkeliaran para maling kelas kakap," balas @al**ro_**z.
"Ternyata ada Gayus Tambunan 2026. Tinggal plesir NTB atau Bali aja nih," sindir @pe**aj**bo.
Baca Juga: Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan
"Udah viral baru bilang teledor. Kalau gak viral, yaa gak tahu," komentar @de**n_e*a.
Usut punya usut, napi bernama Supriadi memang memiliki izin resmi keluar dari Rutan Kelas IIA Kendari untuk menghadiri sidang Peninjauan Kembali (PK).
Namun, yang menjadi masalah adalah "agenda tambahan" setelah sidang selesai.
Alih-alih langsung kembali ke rutan, ia bersama oknum petugas pengawal justru singgah di sebuah kedai kopi.
Respons cepat dari pihak berwenang pun tak terhindarkan. Pelaksana Harian Kepala Rutan Kelas IIA Kendari, La Ode Mustakim, mengonfirmasi bahwa penyelidikan internal langsung digelar.
Di sisi lain, Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Ditjenpas Rika Aprianti mengungkap tim gabungan bergerak untuk mendalami kasus.
Berita Terkait
-
Napi Korupsi Ngopi di Kendari Viral, Ini 7 Fakta Supriadi Eks Syahbandar Kolaka
-
Viral Mahasiswi Papua Meninggal di Depan Rumah Sakit, Diduga Ditolak 3 Kali karena Masalah BPJS
-
Gus Miftah Puji Diplomasi Prabowo di Tengah Panas Selat Hormuz: Makanya BBM Tidak Naik!
-
Viral Guru Besar Unpad Diduga Chat Mesum ke Mahasiswi Exchange, Minta Foto Bikini
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam
-
Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo