- Ustazah Mumpuni ditegur setelah mengkritik ketimpangan gaji guru honorer dan pekerja program Makan Bergizi Gratis pemerintah.
- Kritik disampaikan saat pengajian di Desa Ratamba, Banjarnegara, yang menyoroti ketidakadilan sosial bagi tenaga pendidik daerah.
- Akibat ceramah tersebut, Mumpuni mendapat peringatan agar tidak lagi membahas isu politik karena situasi Indonesia dianggap genting.
Suara.com - Sosok Ustazah Mumpuni Handayayekti kini tengah berada di pusaran pembicaraan publik. Bukan tanpa alasan, pendakwah asal Cilacap ini mengaku "ditegur" dan diminta untuk tidak lagi menyenggol isu politik dalam setiap ceramahnya.
Larangan tersebut disinyalir merupakan buntut dari keberaniannya melontarkan kritik pedas terkait ketimpangan sosial dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digalakkan pemerintah.
Lantas, apa sebenarnya isi ceramah Ustazah Mumpuni yang membuatnya kini dilarang bicara politik? Berikut rangkumannya.
Ceramah Viral Ustazah Mumpuni
Dalam potongan video di acara pengajian di Desa Ratamba, Banjarnegara, yang viral di berbagai platform media sosial, Ustazah Mumpuni membandingkan nasib guru honorer dengan tenaga kerja di program MBG.
Mumpuni menyoroti disparitas gaji yang dianggapnya melukai rasa keadilan bagi para pendidik di daerah.
"Guru honorer sewulan gajinya Rp400 ewu, guru TK sewulan Rp200 ewu, kok tukang cuci MBG sewulan telung juta. Maap, Indonesia sedang sakit (guru honorer sebulan gajinya 400 ribu, guru TK sebulan 200 ribu, kok tukang cuci MBG sebulan tiga juta. Maaf, Indonesia sedang sakit)," ujar Mumpuni dalam dialek ngapak-nya yang khas.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak membenci para pekerja di program tersebut, namun ia menyayangkan kebijakan pemerintah yang dianggap kurang menghargai jasa para guru.
"Saya tidak benci kepada pegawai MBG, tak tegesi saya tidak benci kepada pegawe MBG. Seneng kulo, nyatane seko nganggur terus nduwe gawean (Saya senang, nyatanya dari yang nganggur jadi punya pekerjaan). Tapi pemerintah Indonesia lagi ngece (menghina) karo guru," lanjutnya.
Baca Juga: Siapa Ustazah Mumpuni Handayayekti? Pendakwah NU yang Dilarang Bahas Politik di Ceramahnya
Dampak dari ceramah tersebut ternyata cukup instan. Mumpuni mengaku langsung mendapatkan pesan yang memintanya untuk mengerem pembicaraan mengenai isu-isu sensitif kenegaraan.
Ia menceritakan bahwa ada pihak yang memperingatkannya dengan alasan kondisi Indonesia yang sedang "genting".
"Sore Mbak Mumpuni, tolong jangan pernah bahas politik. Soale Indonesia lagi genting," kata Mumpuni menirukan bunyi peringatan yang ia terima.
Padahal, juara AKSI Indosiar 2014 ini menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki afiliasi dengan partai politik mana pun. Ia merasa apa yang disampaikannya bukanlah politik praktis, melainkan realita sosial yang dirasakan masyarakat di tingkat akar rumput.
Meskipun dilarang membahas politik, Mumpuni tetap berharap agar kritik yang ia sampaikan bisa sampai ke telinga para pengambil kebijakan. Ia menyebut program Makan Bergizi Gratis sebenarnya sangat baik, namun ia khawatir akan adanya oknum-oknum di lapangan.
"MBG sae sanget pak (MBG bagus sekali Pak), cuma terlalu banyak tangan-tangan cluthak (tangan jail/nakal). Mugi-mugi niki dipireng kalih Pak Prabowo, minimal menteri-menterine lah," harapnya.
Berita Terkait
-
Siapa Ustazah Mumpuni Handayayekti? Pendakwah NU yang Dilarang Bahas Politik di Ceramahnya
-
Dipolisikan Bareng Abu Janda, Ade Armando Bongkar Fakta Sebenarnya di Balik Video Viral Ceramah JK!
-
Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama
-
Jubir Jusuf Kalla Respons Laporan Polisi Terkait Dugaan Penistaan Agama saat Ceramah di UGM
-
Sholat Ied atau Khutbah Dulu? Ini Hukum jika Tidak Mendengarkan Ceramah
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL