News / Nasional
Senin, 13 April 2026 | 13:48 WIB
Jusuf Kalla dalam kuliah umum yang berlangsung di Auditorium Juwono Sudarsono, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, Selasa (07/04/2026) [Suara.com/Tim media JK]
Baca 10 detik
  • Jusuf Kalla dilaporkan oleh beberapa organisasi masyarakat ke kepolisian atas dugaan penistaan agama terkait ceramahnya di Universitas Gadjah Mada.
  • Juru bicara JK menegaskan ceramah pada 5 Maret tersebut merupakan pembelajaran untuk mendamaikan pihak yang berkonflik di Poso dan Ambon.
  • Video ceramah yang viral dianggap tidak utuh dan menyimpang dari substansi asli mengenai pelurusan pemahaman ajaran agama saat konflik.

Suara.com - Juru Bicara Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Husain Abdullah, merespons pelaporan terhadap JK terkait ceramahnya di Universitas Gadjah Mada.

JK dilaporkan ke polisi oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia bersama Pemuda Katolik dan perwakilan sejumlah organisasi kemasyarakatan atas dugaan penistaan agama.

Husain mengatakan, sebelum membuat laporan polisi, sebaiknya semua pihak mengkaji persoalan tersebut terlebih dahulu. Sebab, video viral yang tersebar di media sosial terpotong sehingga narasinya melenceng dari substansi.

“Inti pesan yang disampaikan Pak JK saat ceramah di UGM (5/3) adalah semacam pembelajaran bagaimana mendamaikan dua pihak yang bertikai,” kata Husain saat dikonfirmasi, Senin (13/4/2026).

Saat itu, kata Husain, JK menyampaikan pendapat mengenai orang-orang yang bertikai dalam kerusuhan di Poso dan Ambon, atau realitas sosiologis yang terjadi saat konflik.

“Bukan pendapat pribadi Pak JK. Realitasnya saat itu, kedua pihak yang berkonflik (Islam dan Kristen) menggunakan jargon agama untuk saling membunuh,” ujarnya.

“Pemahaman mereka atau mereka beranggapan, baik yang Islam maupun yang Kristen jika membunuh lawan atau terbunuh akan masuk surga,” imbuhnya.

Konflik di Poso dan Ambon saat itu bernuansa Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA), sehingga sulit dihentikan.

“Konflik Poso dan Ambon disebut konflik bernuansa SARA yang sulit dihentikan. Memakan korban jiwa ribuan orang. 2000 orang tewas di Poso, sedangkan di Ambon mencapai 5000 orang tewas,” jelas Husain.

Baca Juga: JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah

Karena itu, lanjut Husain, JK menyampaikan ceramah tersebut sebagai pelajaran bahwa pemahaman kelompok yang bertikai harus diluruskan. Sebab, kedua kelompok yang bertikai keliru memahami ajaran agama.

“Untuk mengatasinya, kata Pak JK saat ceramah di UGM, pemahaman kelompok yang bertikai ini harus diluruskan. Karena keduanya telah melakukan kekeliruan menyimpang dari ajaran agama,” katanya.

“Maka Pak JK mengatakan anda semua akan masuk neraka jika saling membunuh bukan masuk surga. Karena tidak ada agama yg mengajarkan untuk bertindak demikian,” tambahnya.

Dengan demikian, kata Husain, yang disampaikan JK dalam ceramahnya bukan pendapat pribadi, melainkan gambaran realitas sosial yang berkembang saat itu.

“Pak JK menyampaikan lesson learned. Mengisahkan pendekatan yang ia lakukan ketika hendak mendamaikan pihak yang bertikai di Poso maupun di Ambon, dengan terlebih dahulu mengubah paradigma yang memotivasi mereka saat berkonflik,” tandasnya.Jubir Jusuf Kalla Respons Soal Laporan Polisi Terkait Dugaan Penistaan Agama Buntut Ceramahnya di UGM

Load More