- Ade Armando dan Abu Janda dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada April 2026 atas dugaan penghasutan konten video.
- Pelapor menuding kedua terlapor menyebarkan potongan video ceramah Jusuf Kalla yang memicu kegaduhan dan opini negatif masyarakat.
- Ade Armando membantah menyunting video tersebut dan menyatakan siap bersikap kooperatif mengikuti seluruh proses hukum kepolisian.
Suara.com - Politisi Partai Solidaritas (PSI) Ade Armando mengaku bingung usai dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penghasutan. Ia menegaskan, tuduhan yang menyebut dirinya sengaja memotong video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), guna memicu provokasi salah alamat.
Ade Armando mengklaim tidak terlibat dalam proses penyuntingan maupun penyebaran awal potongan video tersebut. Ia mengaku hanya memberikan komentar terhadap konten yang saat itu sudah viral di media sosial.
"Saya tidak paham dengan substansi laporan mereka. Kok saya dituduh memotong ceramah Pak JK sehingga menimbulkan kehebohan?," ujar Ade Armando kepada wartawan, Selasa (21/4/2026).
Meskipun merasa tidak melakukan kesalahan sebagaimana yang dituduhkan, Ade Armando menyatakan tidak akan menghindar dan siap kooperatif terhadap proses hukum yang berjalan di kepolisian.
"Siap lah. Saya tidak memotong atau mengedit dan kemudian menyebarkannya. Yang saya lakukan hanyalah mengomentari potongan ceramah JK yang menyebar di dunia online," jelasnya..
Dalam laporan yang sama, pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda juga terseret sebagai terlapor.
Senada dengan Ade, Abu Janda menilai laporan yang dilayangkan oleh Aliansi Profesi Advokat Maluku (APAM) tersebut tidak murni soal hukum.
"Jelas itu laporan atas dasar kebencian dan dendam politik," ujar Abu Janda.
Dugaan Penghasutan
Baca Juga: Jokowi Respons Santai Pernyataan Jusuf Kalla: Saya Memang Orang Kampung
Laporan terhadap keduanya teregistrasi dengan nomor LP/B/2767/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Pelapor menuding unggahan Ade Armando di kanal YouTube Cokro TV dan Abu Janda di akun Facebook miliknya telah menciptakan kegaduhan publik karena video ceramah JK ditampilkan secara tidak utuh.
Pihak pelapor, Paman Nurlette, meyakini bahwa potongan video tersebut telah mengonstruksi pandangan negatif di tengah masyarakat.
"Saya hakulyakin bahwa kalau video itu diposting dalam keadaan yang utuh, tidak dipotong-potong seperti yang kita lihat sekarang, maka masyarakat tidak akan terkontaminasi," tegas Nurlette usai melaporkan Ade dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut beserta barang bukti berupa dokumen dan flashdisk.
Saat ini, penyidik menurutnya masih melakukan kajian mendalam untuk menentukan langkah hukum selanjutnya bagi kedua terlapor.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Klasemen Piala AFF U-19: Timnas Indonesia Wajib Menang Besar atas Timor Leste demi Gusur Vietnam
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
'Presiden Punya Mata dan Telinga', Prabowo Pantau Terus Kasus Korupsi Imigrasi dan BGN
-
Antisipasi El Nino dan Krisis Sampah, Dedi Mulyadi Kumpulkan Kepala Daerah se-Jabar
-
Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan
-
KPK Sita 19 Kendaraan hingga Perhiasan dari Rumah Silmy Karim
-
Mobil Sport, Motor Harley, Hingga Uang Asing Dibawa KPK dari Rumah Silmy Karim
-
Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Rp145 M, Yusril Akui Imigrasi Masih Banyak Pungli
-
WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa
-
Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan
-
'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi
-
Geledah 5 Jam, KPK Sita Moge Harley Davidson hingga Porsche di Rumah Silmy Karim