Lifestyle / Food & Travel
Kamis, 23 April 2026 | 11:06 WIB
Bakso Lapangan Tembak Senayan: Legenda Kuliner yang Beradaptasi di Era Serba Digital (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • Bakso Lapangan Tembak Senayan telah menyajikan cita rasa autentik sejak berdiri di Jakarta pada tahun 1972.
  • Manajemen mengadopsi sistem digital HelloBill untuk mengintegrasikan operasional outlet serta memantau stok bahan secara efisien.
  • Implementasi teknologi digital meningkatkan efisiensi bisnis dan mempermudah akses layanan pesan antar bagi seluruh pelanggan.

Suara.com - Di tengah maraknya tren kuliner kekinian, keberadaan makanan legendaris tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Salah satu yang berhasil mempertahankan eksistensinya adalah Bakso Lapangan Tembak Senayan (BLTS), yang sejak 1972 dikenal dengan cita rasa bakso autentik yang konsisten dari generasi ke generasi. 

Berawal dari satu outlet di kawasan Senayan, kini BLTS telah menjelma menjadi jaringan kuliner dengan puluhan cabang di berbagai kota besar di Indonesia. Kekuatan utama BLTS terletak pada rasa yang tak berubah, kuah kaldu gurih, baksBakso Lapangan Tembak SenayanBakso Lapangan Tembak SenayanBakso Lapangan Tembak Senayano bertekstur kenyal, serta pilihan menu yang tetap relevan di lidah masyarakat Indonesia. 

Bagi banyak pelanggan, menikmati semangkuk bakso di sini bukan hanya soal kenyang, tetapi juga menghadirkan nostalgia akan cita rasa klasik yang sulit tergantikan.

Namun, di balik konsistensi rasa tersebut, BLTS juga terus beradaptasi dengan perubahan zaman. Momentum pandemi 2020 menjadi titik balik penting yang mendorong transformasi besar dalam cara bisnis ini berjalan. 

“Kami menyadari bahwa untuk terus tumbuh di luar Jakarta dan tetap menjaga profit, manajemen operasional harus beralih ke sistem digital. Masa dekade pertama BLTS berdiri, sinkronisasi antara kasir dan dapur sangat sulit karena pencatatan manual, ada risiko pengecekan berulang-ulang untuk menghindari kasir menerima pesanan padahal stok bahan di dapur sudah habis. Kini, dengan sistem yang terintegrasi, masalah tersebut dapat teratasi secara efisien,” ujar Sukotjo.

Transformasi ini juga berdampak langsung pada pengalaman pelanggan. Kini, menu favorit BLTS dapat dinikmati dengan lebih mudah melalui layanan pesan antar seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood. 

Akses yang semakin praktis ini membuat kuliner legendaris tetap relevan di tengah gaya hidup serba cepat. Di tengah perjalanan inovasi tersebut, BLTS juga menggandeng solusi digital dari OttoDigital Group melalui produk Point of Sale (POS) bernama HelloBill. 

Implementasi sistem ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas operasional di tengah ekspansi bisnis yang semakin luas. Murti Daryandono, Chief of Product OttoDigital Group, menjelaskan bahwa HelloBill dirancang untuk menjawab kebutuhan bisnis F&B modern. 

“HelloBill hadir sebagai produk POS terintegrasi yang memungkinkan para pelaku bisnis melakukan pengawasan operasional secara menyeluruh, mulai dari manajemen inventaris yang presisi dan pengelolaan produktivitas staf, hingga pemantauan laporan penjualan secara real-time,” ujarnya.

Baca Juga: Uji Residu Pestisida hingga Alergen Jadi Kunci Produk Kuliner Tembus Pasar Global

Melalui sistem berbasis cloud, BLTS kini dapat memantau seluruh operasional outlet secara terpusat, termasuk stok bahan baku, performa penjualan, hingga efisiensi kerja karyawan. Fitur ini juga membantu meminimalisir risiko kecurangan melalui kontrol akses dan pemantauan transaksi secara detail.

Tak hanya itu, pemanfaatan data real-time turut mendorong strategi promosi yang lebih tepat sasaran. BLTS kini dapat mengetahui menu favorit pelanggan di waktu tertentu dan mengoptimalkannya melalui berbagai program menarik seperti promo Happy Hour hingga paket bundling menu. 

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga memberikan nilai lebih bagi pelanggan.

“HelloBill menyediakan fitur mulai dari pencatatan transaksi offline, pendataan inventori yang akurat, hingga laporan real-time mengenai penjualan dan margin pendapatan. Bagi bisnis dengan banyak cabang seperti BLTS, fitur Headquarter System berperan dalam mengoptimalkan pemantauan seluruh outlet secara terpusat,” tambah Murti.

Efisiensi yang dihasilkan dari sistem ini turut membuka ruang inovasi yang lebih luas bagi BLTS. 

“Efisiensi yang dihasilkan HelloBill membantu kami menghindari loss. Kami sekarang bisa memonitor penjualan outlet di seluruh Indonesia dengan mudah dan cepat. Hal ini memberikan ruang bagi kami untuk terus berinovasi pada menu dan layanan,” lanjut Sukotjo.

Load More