Lifestyle / Food & Travel
Rabu, 29 April 2026 | 10:59 WIB
Taksi listrik hijau VinFast Xanh SM diduga jadi pemicu awal tragedi tabrakan beruntun KRL-KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur. (X/@iPopBase)

Suara.com - Kecelakaan kereta yang sangat menyedihkan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada malam hari Senin (27/4/2026) dan langsung menarik perhatian yang serius.

KA Argo Bromo Anggrek yang berjalan cepat dari Stasiun Gambir tiba-tiba bertabrakan dengan kereta belakang dari KRL Commuter Line jalur Kampung Bandan-Cikarang yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

KRL Commuter Line tersebut berhenti untuk menunggu informasi lebih lanjut, setelah KRL lain yang datang dari arah Cikarang menuju Bekasi tiba-tiba berhenti setelah menabrak taksi Green SM yang sedang berada di tengah perlintasan.

Foto-foto dan video yang viral di media sosial menunjukkan kecelakaan tabrakan, di mana lokomotif Argo Bromo menembus tiga rangkaian gerbong KRL dari jalur Kampung Bandan hingga Cikarang, termasuk zona gerbong wanita yang berada di rangkaian paling belakang.

Aksi KRL menabrak taksi dari Vietnam tercatat jelas dan secara luas didokumentasikan melalui media sosial.

Mobil listrik tersebut sekarang berada di tengah jalan raya yang dilewati kereta api. Sementara itu, dari kedua arah sudah ada mobil dan motor yang berhenti di belakang palang pintu perlintasan.

Sopir Green SM terlihat sudah ada di luar mobil yang dia mengemudikan saat KRL Bekasi-Cikarang menyeret taksi tersebut beberapa meter, lalu berhenti.

Akibatnya, taksi Green SM langsung dihujani kritik dari netizen di media sosial, terutama di platform X.

Taksi berwarna hijau toska itu dianggap sebagai penyebab utama kecelakaan yang memicu efek domino hingga menyebabkan tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

Baca Juga: Sejarah Stasiun Bekasi Timur, Lokasi Kecelakaan Kereta KRL vs KA Argo Bromo Anggrek

Banyak orang di media sosial merasa penasaran, siapa pemilik dari Green SM?

Pemilik Green SM

Menurut situs web resmi Green SM, pemilik utama dan pendiri Green SM yang secara resmi terdaftar sebagai PT Xanh SM Green adalah Pham Nhat Vuong.

Dia bukan orang biasa, Vuong adalah seorang miliarder dari Vietnam serta pendiri dan pemimpin Vingroup, yang terkenal sebagai perusahaan konglomerat terbesar di negaranya.

Melalui perusahaan Green and Smart Mobility (GSM) yang diperkenalkan pada 6 Maret 2023, Vuong memiliki ambisi besar untuk mempercepat perpindahan dunia menuju sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Dalam visinya, GSM berperan sebagai pelopor di dunia dalam pengembangan kendaraan listrik yang bisa digunakan di berbagai platform.

Load More