Lifestyle / Food & Travel
Rabu, 29 April 2026 | 10:59 WIB
Taksi listrik hijau VinFast Xanh SM diduga jadi pemicu awal tragedi tabrakan beruntun KRL-KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur. (X/@iPopBase)

Green SM pertama kali datang ke pasar Indonesia pada bulan Desember 2024 dengan nama asli mereka yang digunakan di Vietnam, yaitu "Xanh SM".

Namun, agar lebih mudah dikenal oleh masyarakat setempat, perusahaan secara resmi mengganti nama mereknya menjadi Green SM Indonesia pada bulan April tahun 2025.

Layanan ini menggunakan armada mobil listrik dari perusahaan VinFast, seperti model VF e34 dan VF 5, yang juga termasuk dalam bisnis yang dikelola oleh Pham Nhat Vuong.

Taksi ini menjalankan kampanye untuk menjadi taksi yang bebas bau bensin dan suara mesin, agar bisa memberikan layanan dengan peringkat 5 kepada para pelanggannya.

Di tingkat manajemen lokal, kegiatan sehari-hari dijalankan oleh Deny Tjia yang bertindak sebagai Managing Director Green SM Indonesia.

Tokoh ini memiliki peran penting dalam strategi masuk ke pasar, termasuk dalam membangun kerja sama strategis dengan perusahaan keuangan besar lokal, PT Bank Central Asia Tbk (BCA), yang memberikan dana besar mencapai Rp600 miliar untuk pengembangan armada.

Selain itu, ekspansi internasional GSM tersebut juga diawasi langsung oleh Global CEO GSM, Nguyen Van Thanh.

Meskipun bisnis ini merupakan produk impor dari Vietnam, Green SM berusaha keras untuk beradaptasi dengan pasar lokal melalui berbagai kerja sama, seperti kolaborasi dengan Komotra di Bali untuk meluncurkan layanan taksi listrik di Pulau Dewata.

Perusahaan ini menerapkan budaya kerja yang dikenal sebagai "GREEN", yang mewakili pertumbuhan global, fokus pada pencapaian hasil, pelayanan berkualitas tinggi seperti bintang lima, interaksi yang penuh semangat, serta keyakinan bahwa setiap hal bisa dicapai.

Baca Juga: Sejarah Stasiun Bekasi Timur, Lokasi Kecelakaan Kereta KRL vs KA Argo Bromo Anggrek

Namun, di tengah upayanya mengoperasikan hingga 10.000 unit armada, saat ini standar keselamatan dan integrasi transportasi Green SM sedang dipantau secara ketat oleh Kementerian Perhubungan setelah terjadi kecelakaan di Bekasi tersebut.

Kontributor : Rizky Melinda

Load More