- Film Pesta Babi mendokumentasikan perlawanan masyarakat adat di Papua Selatan terhadap proyek strategis nasional yang mengancam tanah ulayat.
- Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale berkolaborasi selama empat tahun untuk memproduksi karya investigatif mengenai deforestasi tersebut.
- Karya ini menyoroti dampak ekspansi perkebunan terhadap lingkungan sekaligus memicu debat nasional tentang keadilan bagi kelompok masyarakat adat.
Suara.com - Film Pesta Babi mengangkat isu deforestasi besar-besaran di Papua Selatan akibat ekspansi perkebunan tebu untuk bioetanol, sawit, dan proyek food estate. Melalui perspektif masyarakat adat Marind, Yei, Awyu, dan Muyu, film ini menyoroti perlawanan mereka terhadap proyek strategis nasional (PSN) yang dinilai mengancam tanah ulayat, hutan, sungai, dan sumber pangan tradisional, di tengah keterlibatan militer dan jaringan kekuasaan.
Dua nama utama di balik film Pesta Babi adalah Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale. Kolaborasi mereka, melibatkan Watchdoc, Jubi Media, Ekspedisi Indonesia Baru, dan mitra seperti Greenpeace, menghasilkan karya investigatif yang kuat.
Profil Dandhy Dwi Laksono
Dandhy Dwi Laksono lahir pada 29 Juni 1976 di Lumajang, Jawa Timur. Ia berusia 50 tahun pada 2026.
Lulusan Sarjana Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung ini juga menempuh pendidikan non-formal di Ohio University (AS) tentang broadcast journalism konflik dan British Council di London.
Karier jurnalismenya dimulai tahun 1998 di Tabloid Kapital dan Warta Ekonomi, kemudian melanjutkan ke radio seperti Pas FM, Smart FM, dan stringer ABC Australia.
Ia pernah bekerja di Liputan 6 SCTV dan RCTI. Dandhy dikenal sebagai aktivis dan pendiri Watchdoc Documentary Maker (2009), rumah produksi yang fokus pada isu lingkungan, hak asasi, dan kritik kebijakan.
Karya-karyanya yang fenomenal antara lain Sexy Killers (2019), yang mengungkap kolusi politik dan industri batubara menjelang pemilu, serta Dirty Vote (2024) yang membahas dugaan intervensi kekuasaan negara dalam pemilu.
Film-filmnya sering memicu debat nasional karena pendekatan investigatif dan berani. Dalam Pesta Babi, Dandhy berperan sebagai sutradara dan produser utama.
Baca Juga: Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Proses pembuatannya memakan waktu hingga 4 tahun untuk mengumpulkan fakta di lapangan Papua, meski menghadapi tantangan keamanan dan risiko pribadi.
Dandhy dikenal konsisten mengangkat suara kelompok pinggiran. Ia pernah ditangkap pada 2019 karena cuitan terkait Papua, yang dikritik sebagai pembatasan kebebasan berekspresi.
Pendekatannya menggabungkan jurnalisme, aktivisme, dan sinematografi untuk mendorong kesadaran publik tentang isu lingkungan dan keadilan sosial.
Profil Cypri Jehan Paju Dale
Cypri Jehan Paju Dale adalah antropolog sosial asal Flores dengan latar belakang akademik kuat.
Ia meraih gelar PhD di Institute of Social Anthropology, University of Bern, Swiss (2018) dengan disertasi berjudul Development as Self-Determination: Anti-colonial Struggles, Endogenous Transformation, and the Role of Christianity in West Papua.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Awas Macet! Jalur Transjakarta Gatsu Berlaku Mix Traffic hingga November 2026
-
5 Sunscreen Korea SPF 50 untuk Base Makeup Harian, Bebas Efek Abu-Abu!
-
Tuntut Pelunasan Hak Pekerja Trans Jogja, KSBSI Desak Dishub DIY dan PT AMI Buka Ruang Mediasi
-
Keker ke Langit di Tengah Demo Mahasiswa, Sosok Diduga Intel Bawa Drone Jammer Berharga Fantastis
-
Desil Tak Sesuai? Warga Bisa Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos
-
Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh, Akademisi Soroti Rekonsiliasi yang Belum Tuntas
-
Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan
-
Pemain Keturunan Indonesia Laurin Ulrich Resmi Gabung Klub Bundesliga, Bakal Main di FIFA ASEAN Cup?
-
Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar Sambil Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus
-
Subsidi Motor Listrik Berlaku September 2026