- Pemerintah dan Muhammadiyah menetapkan Idul Adha 1447 H jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026 mendatang.
- Umat Islam melaksanakan sholat Idul Adha sebagai ibadah sunnah muakkadah yang dianjurkan berjamaah di lapangan atau masjid.
- NU dan Muhammadiyah memiliki perbedaan teknis pelaksanaan sholat, namun keduanya tetap merujuk pada tuntunan Rasulullah SAW.
Setelah sholat, dilanjutkan dengan khutbah Idul Adha dua kali dengan duduk di antaranya. Khutbah biasanya berisi tentang makna pengorbanan, qurban, dan kehidupan sosial.
Tata Cara Sholat Idul Adha Versi Muhammadiyah
Muhammadiyah menekankan kesederhanaan dan kembali kepada Al-Qur’an serta Sunnah secara langsung (tajdid):
1. Niat dalam hati (tidak diwajibkan melafalkan).
2. Takbiratul Ihram diiringi niat ikhlas karena Allah.
3. Rakaat Pertama:
Membaca doa iftitah. Takbir tambahan 7 kali sambil mengangkat tangan. Di antara takbir, boleh membaca tasbih atau diam. Kemudian membaca Al-Fatihah dan surat pendek.
4. Rakaat Kedua:
Takbir tambahan 5 kali setelah bangkit dari sujud. Dilanjutkan Al-Fatihah dan surat pendek, rukuk, sujud, hingga salam.
Khutbah dilakukan setelah sholat selesai. Muhammadiyah menekankan tidak ada sholat sunnah sebelum atau sesudah sholat Id.
Baca Juga: Zikir dan Doa Tambahan untuk Hari Arafah Agar Semua Hajat Terkabul
Perbedaan Utama NU dan Muhammadiyah
- Takbir tambahan: Keduanya 7 dan 5 kali, tetapi NU lebih menekankan bacaan dzikir spesifik (“Subhanallah walhamdulillah…”) di antara takbir, sementara Muhammadiyah lebih fleksibel (boleh tasbih atau diam).
- Doa iftitah dan bacaan: NU cenderung menggunakan bacaan lengkap sesuai mazhab Syafi’i, Muhammadiyah lebih sederhana mengikuti hadis langsung.
- Tempat sholat: NU sering melaksanakan di masjid, Muhammadiyah menganjurkan di lapangan terbuka.
- Pelafalan niat: NU sering melafalkan, Muhammadiyah cukup dalam hati.
Meski ada perbedaan teknis, keduanya sah dan memiliki dasar hadis yang kuat. Perbedaan ini justru memperkaya khazanah keislaman Indonesia yang dikenal toleran.
Sholat Idul Adha menjadi pengingat pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS. Di tengah tantangan zaman, semangat berbagi daging qurban kepada yang membutuhkan menjadi wujud nyata ketakwaan. Baik warga NU maupun Muhammadiyah diharapkan saling menghormati pilihan pelaksanaan ibadah masing-masing.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
35 Twibbon Idul Adha 2026 Gratis dan Aesthetic, Cocok untuk WhatsApp hingga Instagram
-
Resep Bolu Ketan Gluten Free, Imbas Lagu Viral 'MBG Mas Bahlil Ganteng'
-
Segini Besaran Gaji Ke-13 ASN 2026, Kapan Jadwal Cairnya?
-
10 Link Download Takbiran Idul Adha MP3 Nonstop Paling Merdu dan Menyentuh Hati
-
Yakult Stroberi Hadir di Indonesia, Probiotik dengan 6,5 Miliar Bakteri Baik Plus Vitamin D
-
Ucapan Selamat Idul Adha Sesuai Sunnah: Singkat, Islami, dan Sesuai Riwayat Sahabat Nabi
-
Doa Hari Arafah untuk Hapus Dosa 2 Tahun dan Keutamaan Puasa Sunnahnya
-
Urutan Bacaan Bilal Idul Adha Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
-
Sinopsis Vaterland or A Bule Named Yanto, Film Indonesia yang Menang di Cannes 2026
-
4 Sunscreen Wardah untuk Ibu Hamil, Formula Aman dan Anti Iritasi