- Peneliti Indonesia dan Australia mengembangkan board game untuk mengedukasi siswa sekolah dasar mengenai perubahan iklim secara menyenangkan.
- Uji coba permainan dilakukan di Nusa Tenggara Timur dengan melibatkan anak-anak untuk menyusun materi berdasarkan pengalaman nyata mereka.
- Pendidikan perubahan iklim bertujuan meningkatkan pemahaman siswa karena mereka merupakan kelompok terdampak krisis serta penentu masa depan.
Sementara itu, Kepala Sekolah Dasar Harkaway, Victoria, Leigh Johnson, mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi siswa di Australia ternyata tidak jauh berbeda dengan di Indonesia.
“Yang paling penting, para siswa memahami bahwa mereka tidak sendirian menghadapi persoalan ini,” ujar Leigh melalui video conference.
Dari sisi pemerintah, Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Kemendikti Saintek, Prof. Dr. Yudi Darma, menilai riset di kampus perlu lebih dekat dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Menurutnya, pendidikan sejak dini penting agar anak-anak terbiasa melihat persoalan di sekitar dan mencari solusi.
“Kami sangat mendorong kampus dan peneliti untuk mempertimbangkan relevansi penelitian dengan kebutuhan riil masyarakat,” kata Yudi.
Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah, menilai pendidikan perubahan iklim membutuhkan konsistensi kurikulum dan dukungan infrastruktur sekolah yang sesuai dengan kondisi tiap daerah.
“Tidak semua guru paham. Pendidikan perubahan iklim harus konsisten dan guru perlu dipersiapkan,” ujar Ledia.
Ia juga menyoroti pentingnya desain sekolah yang adaptif terhadap kondisi iklim setempat, seperti daerah panas ekstrem, rawan petir, atau banjir rob.
Menurutnya, penguatan pendidikan perubahan iklim harus menjadi komitmen jangka panjang semua pihak, termasuk dalam revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang saat ini tengah dibahas DPR.
Baca Juga: Mengapa Krisis Iklim Disebut Bisa Memperparah Penyebaran Hantavirus?
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
5 Koleksi Tas Hermes Erling Haaland, Seri Birkin Jadi Favorit Sang Striker
-
5 Pilihan Frame Kacamata yang Cocok untuk Wajah Bulat Berhijab, Dapat Review Sempurna
-
Moisturizer Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat? Ini 3 Rekomendasi Sesuai Review
-
Sepatu On Cloud Asli Beli di Mana? Ini 5 Toko Online Terpercaya dan Tips Cek Keasliannya
-
Cara Memilih Sabun Cuci Muka yang Tepat untuk Kulit Sensitif, Hindari 3 Kandungan Ini
-
Siapa Pemilik Mykonos? Intip Profil Pendiri di Balik Wangi Parfum Matcha Latte yang Viral
-
Tips Menata Kamar Tidur Sesuai Feng Shui agar Kualitas Tidur Lebih Baik
-
4 Sepeda Gunung Pacific Terbaik 2026, Mulai Rp2 Jutaan dengan Frame Alloy
-
Feng Shui Dapur Lebih Tinggi dari Ruang Tamu, Apakah Dianggap Baik atau Buruk?
-
5 Primer untuk Menutupi Pori-Pori Secara Instan, Makeup Jadi Flawless