Lifestyle / Male
Jum'at, 05 Juni 2026 | 13:35 WIB
Dadan Hindayana (Antara)
Baca 10 detik
  • Dadan Hindayana menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional pertama sejak 19 Agustus 2024.
  • Presiden Prabowo Subianto mencopot jabatan Dadan Hindayana.
  • Dadan Hindayana ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi MBG oleh Kejagung.

Suara.com - Nama Dadan Hindayana menjadi sorotan usai dicopot dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Kejaksaan Agung.

Banyak yang bertanya-tanya tentang latar belakangnya, terutama apakah Dadan Hindayana berasal dari Tentara Nasional Indonesia (TNI)?

Jawabannya tegas: Dadan Hindayana bukan TNI. Ia adalah seorang akademisi dan pakar entomologi yang berasal dari dunia pendidikan tinggi, khususnya Institut Pertanian Bogor (IPB).

Rekam Jejak Dadan Hindayana

Ilustrasi potret Dadan Hindayana [Suara.com/Iqbal]

Dadan Hindayana lahir pada 10 Juli 1967 di Garut, Jawa Barat. Ia menamatkan pendidikan SMA di Cimahi dan melanjutkan studi S1 di Fakultas Pertanian IPB, jurusan Proteksi Tanaman (Hama dan Penyakit Tumbuhan), lulus tahun 1990 sebagai lulusan terbaik.

Prestasinya membawanya ke Jerman untuk melanjutkan pendidikan. Ia menyelesaikan program penyetaraan di Universitas Bonn (1995-1997) dan meraih gelar Doktor (S3) di bidang Entomologi Terapan dari Leibniz Universität Hannover pada tahun 2000.

Fokus keilmuannya adalah ilmu serangga (entomologi), yang relevan dengan proteksi tanaman.

Sebelum terjun ke birokrasi, Dadan membangun karier panjang sebagai dosen di Departemen Proteksi Tanaman IPB sejak 1992. Ia naik jabatan hingga menjadi Lektor dan dikenal sebagai figur yang berdedikasi di bidang akademik.

Pengalamannya di dunia pendidikan dan penelitian membuatnya dipercaya untuk memimpin lembaga baru seperti BGN. Pada 19 Agustus 2024, Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai Kepala BGN pertama melalui Keppres Nomor 94P Tahun 2024.

Baca Juga: Usut Proyek BGN Era Dadan Hindayana, Kejagung Temukan Vendor Konveksi Suplai 21 Ribu Motor Listrik

Jabatan ini ia emban hingga era Presiden Prabowo Subianto, sebelum akhirnya dicopot pada 2 Juni 2026.

BGN dibentuk untuk mengawal program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), yang bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi siswa, balita, dan kelompok rentan lainnya. Sebagai kepala pertama, Dadan bertanggung jawab membangun fondasi lembaga ini.

Selama kepemimpinannya, BGN meluncurkan berbagai inisiatif inovatif, termasuk usulan menu berbasis protein alternatif seperti serangga dan ulat sagu, target konsumsi susu, serta rencana ekspansi program hingga ke pelajar Indonesia di luar negeri seperti Jeddah.

Namun, kepemimpinannya juga diwarnai kontroversi, mulai dari pernyataan publik yang menuai kritik hingga isu pengelolaan anggaran program MBG yang bernilai triliunan rupiah.

Pada 2 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana beserta dua Wakil Kepala BGN, yaitu Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Sehari kemudian, Kejaksaan Agung menetapkan ketiganya sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG.

Dugaan pelanggaran meliputi mark-up pengadaan barang dan jasa, seperti motor listrik, serta praktik jual beli titik SPPG (dapur MBG). Potensi kerugian negara disebut mencapai triliunan rupiah. Dadan dan rekan-rekannya ditahan untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Kehadiran Dadan Hindayana di BGN sempat menjadi angin segar karena membawa perspektif ilmiah ke dalam program gizi nasional. Namun, kasus yang menimpanya menimbulkan pertanyaan besar tentang tata kelola lembaga baru dan pengawasan program strategis pemerintah seperti MBG.

Load More