- Exabytes memperkenalkan arah strategis GROW AI dalam acara di Kuala Lumpur pada 13 Agustus 2026.
- Strategi baru tersebut menargetkan bantuan adopsi kecerdasan buatan bagi satu juta bisnis hingga tahun 2030.
- Inisiatif ini bertujuan mendampingi UMKM Indonesia dan regional agar beroperasi lebih efisien menggunakan kecerdasan buatan.
Suara.com - Bagi pelaku UMKM, AI kini bukan lagi sekadar teknologi canggih yang hanya digunakan perusahaan besar. Kecerdasan buatan mulai masuk ke aktivitas bisnis sehari-hari, dari membantu melayani pelanggan, membuat materi pemasaran, hingga mengotomatisasi pekerjaan yang selama ini menyita waktu.
Melihat perubahan tersebut, Exabytes memperkenalkan arah strategis baru “GROW AI”, menggantikan tagline sebelumnya, “GROW Digital”. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Exabytes untuk membantu UMKM dan bisnis Indonesia bergerak dari sekadar hadir di dunia digital menuju bisnis yang operasionalnya semakin ditopang teknologi AI.
Arah baru tersebut diperkenalkan dalam GROW AI Summit 2026 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 13 Agustus 2026. Melalui GROW AI, Exabytes menargetkan dapat membantu satu juta bisnis mengadopsi dan bertumbuh dengan AI hingga 2030.
AI Bukan Lagi Sekadar Tren untuk UMKM
Indonesia menjadi salah satu pasar penting dalam ambisi tersebut. Dengan jumlah UMKM yang mencapai lebih dari 65 juta dan kontribusi sekitar 60 persen terhadap PDB nasional, sektor ini menjadi salah satu penggerak utama perekonomian.
Namun, perjalanan menuju bisnis yang semakin digital belum sepenuhnya mudah. Sebagian pelaku UMKM masih berhadapan dengan keterbatasan literasi digital, akses teknologi yang belum merata, hingga kebingungan menentukan teknologi yang benar-benar dibutuhkan.
Di sinilah Exabytes melihat AI memiliki peluang besar.
Alih-alih menjadikan AI sebagai teknologi yang rumit, GROW AI diarahkan untuk membuat penerapannya lebih sederhana, aman, praktis, dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.
Konsep tersebut terangkum dalam prinsip RASA, yakni Reliable atau andal, Accessible atau mudah diakses, Scalable atau dapat dikembangkan sesuai kebutuhan, serta AI-driven atau dipacu oleh AI.
Baca Juga: AI Makin Canggih, Penipuan Digital dan Deepfake Rugikan Indonesia Rp9,1 Triliun
Dengan pendekatan ini, AI diharapkan tidak berhenti sebagai alat untuk mencoba tren baru, tetapi benar-benar membantu pelaku usaha menghemat waktu, meningkatkan produktivitas, melayani pelanggan dengan lebih baik, dan mengembangkan bisnis.
Dari Bisnis Online ke Bisnis yang Lebih Cerdas
Pendiri sekaligus Chief Executive Officer Exabytes Group, Chan Kee Siak, mengatakan GROW AI merupakan kelanjutan dari perjalanan Exabytes selama 25 tahun dalam mendampingi bisnis.
“Selama 25 tahun beroperasi, Exabytes telah mendukung lebih dari 160.000 bisnis. Dengan adopsi AI dan strategi baru ini, kami menetapkan target besar untuk membantu lebih banyak bisnis bertumbuh melalui AI,” ujar Chan.
Menurutnya, banyak pelaku usaha sudah menyadari AI akan memengaruhi cara bisnis bersaing ke depan. Persoalannya, masih banyak yang belum mengetahui harus memulai dari mana dan bagaimana menggunakan AI secara aman.
“Peran kami adalah menyederhanakan kompleksitas tersebut, memadukan teknologi, infrastruktur, keahlian, dan mitra yang dibutuhkan agar bisnis dapat menjadikan AI sebagai hasil yang terukur,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bebas White Cast, Ini 5 Loose Powder Anti Flashback yang Aman untuk Foto
-
Kabut Asap Karhutla: 376 Kasus ISPA di Pekanbaru Sejak Agustus 2026
-
Heboh Video Viral Keretakan di Bawah Laut Pulau Komodo Efek Gempa NTT, Benarkah?
-
Kemenhut Segel Areal Kebakaran Hutan di Sumsel, Pemegang Izin Diperingatkan Jaga Areal Konsesi
-
Ahli Sebut Penyitaan Emas 74 Kg Febrie Adriansyah Harus Didahului Pidana Asal
-
Bobby Nasution Resmikan BRT Mebidang, Dorong Integrasi Transportasi Publik Mebidang
-
Perempuan Adat Gelar Aksi Tolak PSN Mbay Lambo, Aparat: Wah Saya Lagi Nonton Film Porno
-
Anak Kris Dayanti Terpilih Jadi Paskibra, Netizen Malah Umbar Komentar Jahat Soal Ordal
-
Hanya Melempar Senyum, Wakil Rektor Unsoed Terpantau Jalani Pemeriksaan KPK di Mapolresta Banyumas
-
Karhutla di Pelalawan Capai 300 Hektare, Indragiri Hulu Lebih Luas