- Abdul El-Sayed menang Senat AS di Michigan pada November 2026 sebagai Muslim pertama.
- Ia mengalahkan Mike Rogers dengan perolehan 52,17 persen suara sah dalam penghitungan resmi.
- Kemenangan ini mempertahankan dominasi Partai Demokrat di Michigan untuk mengisi kursi Senat tersebut.
Suara.com - Politikus dari faksi progresif Partai Demokrat, Abdul El-Sayed, resmi mengamankan kursi Senat Amerika Serikat mewakili Negara Bagian Michigan dalam Pemilihan Paruh Waktu 2026.
Kemenangan ini mengukir tinta emas dalam sejarah politik Negeri Paman Sam, menjadikan El-Sayed sebagai warga Muslim pertama yang berhasil melenggang ke majelis tinggi parlemen di Capitol Hill.
Berdasarkan pembaruan data penghitungan suara per Rabu (4/11/2026) dengan tingkat laporan masuk mencapai 92 persen, El-Sayed sukses mengantongi 2.354.388 suara atau setara 52,17 persen.
Capaian tersebut mengungguli kandidat dari Partai Republik, Mike Rogers, yang memperoleh 2.068.094 suara (45,83 persen). Kemenangan ini sekaligus memperpanjang dominasi Demokrat di Michigan—wilayah yang gagal direbut Republik sejak 1994—untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Senator Gary Peters pascapensiun.
Merespons pengumuman keunggulannya, El-Sayed menyampaikan rasa syukur dan menekankan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras kolektif warga Michigan.
"Michigan, kita telah melakukan sesuatu yang mereka katakan tidak mungkin dilakukan. Kita menang. Bersama-sama. Kini pekerjaan sesungguhnya dimulai," tulis El-Sayed melalui akun resminya di media sosial X.
Perjalanan El-Sayed menuju Washington dipenuhi persaingan yang cukup sengit. Sepanjang masa kampanye, dokter sekaligus pakar epidemiologi ini harus mematahkan serangkaian serangan politik bernuansa Islamofobia yang dilancarkan oleh berbagai pihak, termasuk dari Presiden Donald Trump.
Selain tekanan dari kubu lawan, El-Sayed juga diuji oleh dinamika internal organisasinya. Usai memenangi pemilihan mula (primary) Demokrat pada Agustus 2026 atas pesaing utamanya, Haley Stevens, El-Sayed harus menghadapi aksi pembelotan. Stevens secara mendadak mengalihkan dukungannya kepada kandidat Republik, Mike Rogers, di menit-menit akhir menjelang pemungutan suara.
Kendati demikian, modal politik El-Sayed tetap solid berkat sediaan sokongan penuh dari deretan figur kunci sayap kiri Partai Demokrat, seperti Senator Bernie Sanders, Anggota DPR Alexandria Ocasio-Cortez, hingga wakil rakyat asal Michigan, Rashida Tlaib.
Profil Abdul El-sayed
Lahir di Rochester Hills dari orang tua keturunan Mesir, El-Sayed memiliki rekam jejak akademis dan pelayanan publik yang cemerlang.
Lulus dari University of Michigan pada 2007, ia dianugerahi Beasiswa Rhodes untuk melanjutkan studi hingga mengapit gelar doktor (PhD) di bidang kesehatan masyarakat dari University of Oxford pada 2011, disusul gelar dokter medis (Doctor of Medicine) dari Columbia University pada 2014.
Karier publiknya melesat ketika dipercaya menjabat sebagai Direktur Kesehatan Kota Detroit periode 2015–2017. Di posisi tersebut, ia sukses memimpin pemulihan sistem pelayanan kesehatan masyarakat pascakrisis keuangan yang melanda kota terbesar di Michigan itu.
Sebelum bertarung di ajang pemilu sela, El-Sayed sempat menjabat sebagai Direktur Departemen Kesehatan, Layanan Masyarakat, dan Veteran di Wayne County pada kurun 2023–2025.
Garis politik El-Sayed dikenal tegas mengusung agenda reformasi sosial dan ekonomi, seperti perluasan jaminan kesehatan publik (Medicare for All), penekanan biaya hunian, pembatasan intervensi donor kaya dalam pemilu, serta pembukaan peluang ekonomi bagi kelompok pekerja.
Di bidang diplomasi internasional, ia dikenal vokal mengkritik kebijakan bantuan militer AS kepada Israel dan secara terbuka menyerukan penghentian tindakan militer di wilayah Palestina.
Terpilihnya El-Sayed melengkapi perjalan sejarah keterwakilan warga Muslim di panggung politik tertinggi Amerika Serikat. Perjuangan politik ini diawali ketika Keith Ellison mencatatkan diri sebagai anggota DPR AS Muslim pertama pada 2006, yang kemudian dilanjutkan oleh langkah Rashida Tlaib dan Ilhan Omar di majelis rendah pada pemilu 2018.