Jokowi Hadiri Sidang Ijazah Palsu Pakai Batik Parang, Ternyata Maknanya Sakral!

Kamis, 05 November 2026 | 12:54 WIB
Jokowi tunjukkan ijazah asli pembuktian ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026). (dok. ist)
BACA 10 DETIK
  • Jokowi mengenakan Batik Parang saat menghadiri sidang ijazah palsu.

  • Batik Parang Jokowi melambangkan keberanian dan keteguhan seorang ksatria.

  • Motif Batik Parang Jokowi menegaskan pesan tersirat ketenangan menghadapi ujian.

Suara.com - Kemunculan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Kamis (5/11/2026) menyedot perhatian luas.

Jokowi hadir langsung untuk mengikuti sidang pembuktian terkait kasus tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo.

Tiba dengan menumpangi mobil Toyota Innova hitam, mantan Wali Kota Solo itu langsung disambut riuh massa pendukung yang telah memadati area pengadilan.

Namun, di luar tensi panas persidangan, gaya berbusana Jokowi justru menjadi sorotan tajam.

Presiden ke-7 RI Joko Widodo tiba untuk menjadi saksi sidang lanjutan dugaan pencemaran nama baiknya terkait tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jakarta, Kamis (5/11/2026). Presiden ke-7 RI Joko Widodo dihadirkan sebagai saksi dalam sidang tersebut. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/sgd/nym.

Dalam momen krusial tersebut, Jokowi memilih mengenakan kemeja batik motif Parang dengan sentuhan kontemporer.

Pemilihan motif klasik Jawa berkarakter tegas ini dinilai bukan kebetulan semata, melainkan sarat akan pesan filosofis tentang keberanian dan keteguhan seorang pemimpin di bawah tekanan.

Lantas, apa makna tersembunyi di balik motif Batik Parang yang membalut tubuh Jokowi saat melangkah ke ruang sidang?

Warisan Tertua Mataram Kartasura: Dari 'Pèrèng' hingga Ombak Samudra

Batik Parang dikenal sebagai salah satu motif batik tertua di tanah Nusantara yang telah ada sejak era Keraton Mataram Kartasura (Solo). Kata parang berakar dari kata pèrèng yang berarti lereng.

Hal itu tecermin dari susunan motif menyerupai huruf "S" yang saling mengait dan membentuk garis diagonal menurun, menyerupai kontur lereng gunung.

Bentuk dasar huruf "S" tersebut juga terinspirasi dari deburan ombak Samudra luas yang terus bergulung tanpa henti, merefleksikan semangat perjuangan yang tak pernah padam.

Secara historis, motif ini bukan kain sembarangan. Motif Parang terinspirasi dari simbolisme pedang yang melambangkan kekuatan, keberanian ksatria, dan daya juang tinggi.

Dahulu, para raja dan senapati perang Jawa kerap mengenakan motif ini sebelum terjun ke medan tempur dengan harapan pulang membawa kemenangan.

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah dari tingkat SD hingga S-1 miliknya di hadapan Roy Suryo dan pengunjung dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza

3 Filosofi Utama di Balik Guratan Motif Parang

Batik yang dikenakan Jokowi di meja hijau membawa pesan mendalam yang terbagi dalam tiga pilar makna utama:

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com