Jokowi Hadiri Sidang Ijazah Palsu Pakai Batik Parang, Ternyata Maknanya Sakral!

Kamis, 05 November 2026 | 12:54 WIB
Jokowi tunjukkan ijazah asli pembuktian ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026). (dok. ist)
BACA 10 DETIK
  • Jokowi mengenakan Batik Parang saat menghadiri sidang ijazah palsu.

  • Batik Parang Jokowi melambangkan keberanian dan keteguhan seorang ksatria.

  • Motif Batik Parang Jokowi menegaskan pesan tersirat ketenangan menghadapi ujian.

1. Kesinambungan yang Tak Terputus

Rantai motif "S" yang saling bertaut tanpa jeda melambangkan kesinambungan hidup.

Filosofi ini memuat petuah agar manusia tak pernah berhenti memperbaiki diri, menjaga pertalian keluarga, serta konsisten melanjutkan estafet perjuangan.

2. Keteguhan Menghadapi Badai Tekanan

Layaknya deburan ombak laut yang tak henti-hentinya menghantam karang, pemakai Batik Parang diajarkan untuk tetap tegar, tenang, dan pantang menyerah meski diterpa ujian berat maupun terjangan badai kehidupan.

3. Kewibawaan dan Keseimbangan Kepemimpinan

Garis diagonal yang tersusun rapi menandakan ketegasan prinsip, kehormatan, dan kelayakan seorang pemimpin.

Pola teratur pada batik ini juga mengajarkan harmoni serta keseimbangan batin dalam menghadapi segala intrik sosial dan pekerjaan.

Simbol 'Perang' Menahan Hawa Nafsu dan Dharma Bakti

Dalam khazanah tutur Jawa, parang kerap dimaknai sebagai representasi kata 'perang'.

Bukan perang fisik semata, melainkan ikhtiar perang batin para raja dan ksatria dalam menaklukkan ego dan hawa nafsunya sendiri setiap hari.

Motif parang diposisikan layaknya ageman (busana) yang menjadi cerminan laku lampah menuju kesempurnaan diri.

Sementara kata batik itu sendiri lekat dengan makna bakti atau dharma bakti, yakni kesetiaan seorang ksatria untuk mengabdi seutuhnya kepada nusa, bangsa, keluarga, serta agamanya.

Di tengah bergulirnya agenda sidang pembuktian melawan Roy Suryo, balutan Batik Parang kontemporer yang dikenakan Jokowi seolah menegaskan pesan tersirat, yakni ketenangan sikap seorang ksatria yang pantang goyah, siap menghadapi tantangan, dan berpegang teguh pada prinsip kebenaran.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com