/
Sabtu, 04 Maret 2023 | 06:00 WIB
Petarung MMA asal Indonesia, Jeka Seragih (UFC)

- Menarik rambut.

- Membanting kepala atau leher lawan ke kanvas.

- Serangan ke tulang belakang atau bagian belakang kepala.

- Serangan tenggorokan dalam bentuk apa pun, atau berusaha meraih trakea.

- Jari terentang ke arah wajah atau mata lawan.

- Serangan siku ke bawah menunjukkan arah jam 12 hingga arah jam 6. Gerakan ini disebut dengan istilah 12-6 elbow.

- Serangan groin--mengarah ke area di bawah perut atau kemaluan--dalam bentuk apa pun.

- Menendang ataupun menyiku dengan kaki kepada kepala lawan yang masih berada di posisi duduk atau berbaring.

- Menginjak lawan yang sedang dalam posisi di bawah atau ground.

Baca Juga: Super Big Match Persija vs Persib Ditunda, Luis Milla Beri Hadiah Ini pada Anak Asuhnya

- Memegang sarung tangan atau celana pendek lawan.

- Memegang atau meraih pagar atau jaring oktagon dengan jari tangan atau kaki.

- Melakukan gerakan manipulasi sendi kecil seperti berusaha mematahkan jari tangan atau kaki lawan. 

- Melempar lawan dari ring oktagon atau area pertempuran

- Sengaja menempatkan jari ke luka yang telah didapat petarung dalam baku hantam.

- Mencakar, mencubit atau memelintir bagian tubuh lawan.

- Mengulur waktu (menghindari kontak dengan lawan, sengaja atau konsisten menjatuhkan atau memalsukan cedera).

- Menggunakan bahasa kasar atau caci maki lawan di area pertempuran.

- Mengabaikan instruksi wasit.

- Perilaku tidak sportif yang menyebabkan cedera pada lawan.

- Menyerang lawan setelah bel berbunyi tanda berakhirnya sebuah ronde dalam pertarungan.

- Menyerang lawan saat atau selama istirahat di tiap jeda ronde.

- Menyerang lawan yang berada di bawah asuhan wasit.

- Gangguan dari sudut seniman bela diri campuran. Gangguan ini diartikan sebagai tindakkan ataupun aktivitas dari corner man yang mengganggu jalannya pertarungan atau menyebabkan keuntungan kepada salah satu petarung. 

Corner man pun tidak diperkenankan ikut campur atau memengaruhi tindakan yang diambil wasit hingga berujung pada tidak adilnya keputusan yang diambil wasit.

Hukuman

Petarung bisa saja terkena diskualifikasi setelah melakukan beberapa kombinasi pelanggaran atau pelanggaran yang mencolok. 

Selain itu, pelanggaran dapat mengakibatkan poin dikurangi oleh pencatat angka resmi dari skor kontestan yang menyinggung. Pencatat angka--bukan juri--akan bertanggung jawab untuk menghitung skor sebenarnya setelah memperhitungkan pengurangan poin.

Hanya wasit yang dapat menilai pelanggaran. Jika wasit tidak menyebut pelanggaran, hakim tidak boleh membuat penilaian sendiri dan tidak harus memasukkan faktor tersebut ke dalam perhitungan penilaian mereka.

Load More