LINIMASA - Rusia absen dalam konferensi Ceraweek untuk pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir.
Padahal saat ini Rusia masih menjadi tiga besar negara yang menjadi produsen dan pengekspor minyak di dunia.
Untuk diketahui, Ceraweek merupakan konferensi internasional terbesar dan paling otoritatif tentang masalah energi.
Tahun ini Ceraweek digelar di Houston. Forum ini mempertemukan ribuan peserta dari seluruh dunia, termasuk perwakilan dari berbagai departemen, perusahaan industri, dan komunitas.
Konferensi energi akan diadakan dari 6 hingga 10 Maret dengan mengusung tema utamanya adalah Navigating a Turbulent World: Energy, Climate and Security.
Perbedaan nyata dari kata-kata tahun lalu adalah beralih dari fokus pada inovasi ke masalah keamanan
Dilansir dari kantor berita Rusia Ria Novosti, Alexander Zakhrov Konsulat Jenderal Rusia di Houston mengungkapkan penyelenggara Ceraweek membatalkan pendaftaran Rusia di detik-detik terakhir.
“Sayangnya, kami tidak berpartisipasi tahun ini - untuk pertama kalinya dalam lebih dari 20 tahun," ujar Zakhrov.
Sikap penyelenggara konferensi energi dunia itu menunjukan jika delegasi Rusia tidak diinginkan untuk hadir dalam forum tersebut.
Baca Juga: Harapan dan Target Valentino Rossi untuk Tim Mooney VR46 di MotoGP 2023
"Selain itu, mereka memperjelas bahwa kehadiran delegasi Rusia di forum tersebut tidak diinginkan. menelepon kembali untuk memastikan saya memahami situasinya dengan benar,” imbuh Zakhrov.
Tak hanya itu, Zakhrov menekankan bahwa ini adalah pertama kalinya Rusia yang merupakan anggota Tiga Minyak Besar, tidak diundang secara resmi ke acara tersebut.
Zakhrov mempertanyakan bagaimana sebenarnya para peserta forum dapat berdiskusi dan menganalisis masalah energi dunia tanpa adanya salah satu produsen dan pengekspor sumber daya energi terbesar.
Sementara dilain pihak, pejabat tinggi Devon Energy, Rick Muncrief mengkhawatirkan tentang kurangnya kapasitas produksi minyak cadangan.
"Ada sedikit kapasitas cadangan di pasar," kata Chief Executive Officer Devon Energy, Rick Muncrief.
Berita Terkait
-
China Tingkatkan Anggaran Militer, Potensi Perang Dunia Semakin Dekat?
-
Mengenal BMPT Terminator, Kendaraan Tempur yang Menjadi Momok di Ukraina
-
Marak WNA Lalu Lalang Pakai Plat Nomor Palsu Rusia di Bali: Warga Meradang, Polisi Beraksi
-
WNA Pakai Plat Rusia di Bali Tak Pakai Helm, Tak Punya SIM Dan Tak Bawa Paspor
-
Mengenal ZALA Kub, Drone Kamikaze Andalan Rusia Selain ZALA Lancet
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
7 HP Murah Baterai Besar Fast Charging, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Sailun Tekan Biaya Operasional Sektor Pertanian Indonesia Lewat Ban MAXAM
-
Dewa 19 Meriahkan Puncak Nommensen Festival
-
Jokowi Bakal Sapa Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Budaya Siap Digelar
-
BPDP Kucurkan Rp 240 T untuk Program Biodiesel, Bikin RI Hemat Impor Rp 722,9 Triliun
-
YE (Kanye West) Siap Guncang GBK Oktober 2026, Jadi Satu-satunya Kota di Asia Tenggara
-
UIPM Beri Alasan Mengapa Jejaring Internasional Penting bagi Dunia Pendidikan
-
Kematian Janggal Sutrimo, Benarkah Terkait Kasus Eks Jampidsus?
-
Memantau Harimau yang Bikin Geger Warga di Pulau Burung Indragiri Hilir
-
KPK Dalami Lelang Jabatan Zulkarnain, Dugaan Mahar Pajero Sport ke Bupati Diusut