LINIMASA - Baru-baru ini beredar kabar viral soal pengobatan alternatif yang dilakukan oleh Ibu Ida Dayak.
Pasalnya, wanita asal Kalimantan Timur ini mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit dalam waktu sekejap. Mulai dari stroke, patah tulang, kelumpuhan, dan lainnya.
Dalam pengobatannya, Ibu Ida Dayak menggunakan minyak yang dianggapnya mampu membantu mempercepat penyembuhan pasien.
Lantas, apakah umat muslim diperbolehkan mengikuti pengobatan tersebut?
Menanggapi hal itu, Buya Yahya pun memberikan penjelasan dan rambu-rambu pengobatan dalam Islam.
Buya Yahya berkata bahwa pengobatan yang sifatnya mengandalkan keahlian meskipun kepada orang non muslim itu diperbolehkan.
“Apakah boleh kita berobat kepada orang nonmuslim? Jawabannya adalah jika itu pengobatan yang sifatnya mengandalkan keahliannya maka hal itu bukan sekadar boleh, memang kita diajarkan (dan) diperintahkan untuk bertanya kepada orang yang punya keahlian, sehingga kita boleh pergi ke dokter yang nonmuslim sekalipun,” kata Buya Yahya dikutip dari Kanal YouTube AL Bahjah TV Jumat (14/4/2023).
Sebagai contoh, ada orang muslim yang sedang sakit gigi kemudian hendak berobat kepada dokter gigi yang nonmuslim maka ini diperbolehkan.
Selanjutnya Buya Yahya menegaskan apabila pengobatan dihubungkan dengan keyakinan, maka ini dilarang.
Baca Juga: Malam Lailatul Qadar Ramadan 2023 Kapan Turunnya? Yuk Kenali Tanda-Tandanya
“Jadi, sebatas keahlian boleh, tapi kalau sudah dihubungkan dengan suatu keyakinan maka ini kisahnya berbeda,” imbuhnya.
“Misalnya, ada orang dengan cara pengobatan lalu orang tersebut dengan keyakinannya minta kepada yang diyakini untuk menyembuhkannya. Maka Anda tidak boleh datang, karena bisa saja istidraj,” tambahnya.
Pengobatan yang menghubungkan keyakinan orang lain juga bisa jadi bahaya. Apabila sembuh karena pengobatan tersebut, sewaktu-waktu ia akan berubah keimanannya.
Kesimpulannya, apabila seorang muslim berobat kepada orang nonmuslim yang memiliki keahlian tertentu dan tidak menghubungkan dengan keimanannya maka boleh-boleh saja.
Berita Terkait
-
Jadi Kanker Kedua yang Paling Banyak Dialami Lelaki, Ini Gejala Hingga Pengobatan Terbaru Kanker Kolorektal
-
Apa Kriteria Pemudik yang Tidak Wajib Puasa? Simak Penjelasan Buya Yahya
-
Bayar Zakat Fitrah Pakai Uang Atau Beras? Ini Kata Buya Yahya
-
Pernah Berzina Meskipun Tidak Hamil Apakah Tetap Harus Menikah? Buya Yahya Bilang Begini
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'