LINIMASA - Menko Polhukam Mahfud MD mengungkapkan bahwa Satgas Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terus mengembangkan penyelidikan terhadap transaksi mencurigakan senilai Rp349 triliun di lingkungan Kementerian Keuangan.
Menurutnya, Satgas TPPU telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti-bukti terkait kasus tersebut.
Menko Polhukam Mahfud MD juga mengungkapkan bahwa Satgas TPPU telah melakukan rapat dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) beberapa waktu lalu terkait kasus transaksi mencurigakan senilai Rp 349 triliun di lingkungan Kementerian Keuangan.
Rapat tersebut dilakukan untuk membahas langkah-langkah lanjutan dalam mengusut kasus tersebut.
Mahfud MD tidak memberikan informasi lebih lanjut terkait hasil rapat antara Satgas TPPU dan PPATK. Namun, dia mengatakan bahwa hasil dari rapat tersebut sedang dalam tahap klasifikasi data.
"Kemarin sudah rapat di kantor PPATK dan sudah sampai pada tahap klasifikasi data atau surat yang dikeluarkan oleh PPATK. Yaitu 300 surat," ucap Mahfud MD kepada awak media di kantornya, Jakarta, Jumat (12/5/2023).
Mahfud MD juga mengatakan bahwa dari 300 surat yang terkait dengan kasus transaksi mencurigakan senilai Rp 349 triliun di lingkungan Kementerian Keuangan, sudah ada beberapa surat yang selesai ditindaklanjuti. Namun, masih ada beberapa surat yang perlu ditindaklanjuti oleh tim Satgas TPPU.
"Tindaklanjutnya ada yang langsung ke Bea Cukai, ada yang ke Dirjen Pajak, dan ada yang ke KPK. Itu semua sekarang sudah sampai tahap klasifikasi seperti itu," tandasnya.
Baca Juga: Pentingkah Bikin Pasangan Klimaks? Mengenal Orgasme dalam Adegan Ranjang
Berita Terkait
-
Mahfud Md Pastikan Keamanan KTT ASEAN Berjalan dengan Baik
-
Dianggap Cocok Dampingi Prabowo di Pilpres 2024, Mahfud MD Bilang...
-
GP Ansor Sebut Empat Nama Cocok Jadi Pendamping Ganjar Pranowo, Ada Prabowo?
-
Ganjar Pranowo Gandeng Mahfud MD Jadi Cawapres di Pilpres 2024? Cek Faktanya yuk!
-
Mahfud MD Angkat Suara Soal Larangan Muhammadiyah Salat Id di Lapangan
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ke Mana BBM Ilegal Sumsel Mengalir? Polisi Bongkar 96 Kasus dan Sita 1,28 Juta Liter
-
Danantara Perdana Ikut Rapat KSSK, Purbaya Bela: Arahan Presiden, Cuma Beri Masukan
-
Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya
-
BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia
-
Ribuan Ijazah SMA-SMK Negeri di Riau Belum Diambil, Dinas Pendidikan: Gratis!
-
Pakai Rompi Oranye, Anggota DPRD Jatim Fraksi Gerindra Mahrus Ali Resmi Ditahan KPK
-
Pengembangan Minyak Jelantah Jadi Avtur Tersendat, Emiten ESSA Stop Proyek SAF
-
WNA Selandia Baru Tersangka Eksploitasi Seksual di NTB Dialihkan Jadi Tahanan Rumah, Ini Alasannya
-
5 Rekomendasi Sunscreen Water Based Terbaik sesuai Review dan Harga
-
Teka-teki Reshuffle Kabinet, AHY Akui Demokrat Belum 'Disenggol' Prabowo