LINIMASA - Beredar kabar yang menyebutkan lima provokator Timnas Thailand di ajang SEA Games kontra Timnas Indonesia dihukum penggal.
Informasi tersebut disebar oleh kanal YouTube PINTU MERDEKA melalui unggahan video berjudul "KABAR BAIK UNTUK INDONESIA! 5 PROVOKATOR THAILAND AKHIRNYA DIPENGGAL."
Thumbnail video menampilkan Presiden FIFA Gianni Infantino tampak sedang memberiokan penjelasan. Di bagian lain tampak ada pula Raja Thailand Maha Vajiralongkorn berhadapan dengan Presiden Joko Widodo. Ada pula tambang yang terpasang di tiang gantungan.
"EKSEKUSI DIJALANKAN 5 PETINGGI THAILAND TEMUI TAKDIRNYA," narasi yang dituliskan dalam thumbnail tersebut.
Lantas benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Melansir turnbackhoax.com, laga final cabor sepak bola putra SEA Games 2023, antara Indonesia dan Thailand berujung ricuh. Beberapa pemain dan official Thailand mendapat sanksi dari Federasi Sepak Bola Thailand (FAT).
Video yang diunggah kanal YouTube PINTU MERDEKA menyebutkan bahwa lima orang provokator Thailand dipenggal sebagai hukuman karena sudah berbuat rusuh.
Namun, setelah menonton keseluruhan video berdurasi 8 menit 4 detik tersebut tidak ditemukan informasi valid ataupun keterangan resmi yang menyatakan bahwa provokator Thailand dihukum gantung.
Baca Juga: Bantah Isu Ratusan Cowok Antre Lamar Inara Rusli, Ustaz Derry Sulaiman: Dia Lagi Sibuk Ngitung Duit
Narator dalam video hanya membacakan ulang artikel yang diunggah oleh Bola Sport, Sumeks.co, dan Tempo.
Berdasarkan penjelasan artikel tersebut FAT membentuk komite khusus untuk menyelidiki semua orang yang terlibat dalam kericuhan pada pertandingan Indonesia melawan Thailand.
Kemudian FAT memberikan sanksi kepada tiga ofisial dan dua pemain. Ketiga ofisial tersebut adalah Prasadchok Chokmoh, Mayed Madada, dan Patrawut Wongsripuek. Kepada tiga nama tersebut, FAT menjatuhkan hukuman berupa penangguhan selama satu tahun dari tim nasional.
Selain itu, dua nama pemain Thailand yang dijatuhi sanksi, yakni Soponwit Rakyath dan Thirapak Prueangna. Keduanya diganjar penangguhan aktif di tim nasional selama enam bulan.
Tidak ada hukuman penggal yang diberikan kepada Timnas Thailand seperti yang disebutkan dalam judul dan thumbnail video tersebut.
Kesimpulan
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan