LINIMASA - Belakangan ini, beredar sebuah unggahan di media sosial yang mengklaim bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menangkap Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais, dan memenjarakannya.
Klaim ini langsung menyebar dan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Unggahan tersebut berasal dari akun Facebook yang membagikan video dengan judul "G3G3R PAGI INI -- AM4RAH JOKOWI MEMUNC4K, JEBL0SKAN SI TUA B4NGKA INI KEP3NJ4RA". Dalam thumbnail video tersebut, terlihat gambar Amien Rais yang digiring oleh beberapa polisi.
Namun, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, klaim tersebut ternyata tidak benar. Video yang beredar itu ternyata hasil dari manipulasi atau suntingan.
Setelah memeriksa video tersebut secara keseluruhan, tidak ada informasi yang mengindikasikan bahwa Amien Rais telah ditangkap dan dipenjara oleh Jokowi. Narator dalam video yang berdurasi 14 menit 35 detik tersebut hanya membacakan sebuah artikel dari laman Seword.com dengan judul "Amien Rais Ancam Bikin Solo Kerusuhan, Prabowo Kok Diam? Menhan Pengecut!".
Artikel tersebut sebenarnya berisi opini yang mempertanyakan sikap Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, setelah muncul berita mengenai ancaman Amien Rais untuk menggulingkan Jokowi melalui gerakan people power yang dapat mengganggu ketertiban di Solo.
Selain itu, gambar thumbnail yang digunakan dalam video tersebut juga tidak menampilkan Amien Rais, melainkan seorang pria bernama Slamet Tohari. Slamet Tohari adalah seorang dukun pengganda uang di Banjarnegara yang diduga terlibat dalam pembunuhan setidaknya 12 orang.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa klaim mengenai Jokowi menangkap Amien Rais dan memenjarakannya adalah tidak benar. Video yang beredar tersebut merupakan hoaks atau informasi palsu yang bertujuan untuk menyesatkan masyarakat. Konten yang menyesatkan seperti ini dibuat dengan sengaja untuk menciptakan opini negatif terhadap seseorang atau kelompok tertentu.
Perlu diingat bahwa misleading content atau konten yang menyesatkan sering kali menggunakan informasi asli seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, namun diedit sedemikian rupa sehingga kehilangan hubungannya dengan konteks aslinya.
Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk selalu melakukan pengecekan dan verifikasi terhadap informasi yang kita terima sebelum mempercayainya atau menyebarkannya ke publik, salah satunya adalah dengan memverifikasi fakta melalui cek fakta linimasa suara.
Baca Juga: Tunjukkan Kemesraan, Jokowi Dilema Antara Dukung Prabowo Atau Setia Pada PDIP?
Berita Terkait
-
Tunjukkan Kemesraan, Jokowi Dilema Antara Dukung Prabowo Atau Setia Pada PDIP?
-
Viral! Video Ijab Kabul Amanda Manopo dan Arya Saloka Tersebar, Cek Faktanya
-
Prabowo Ngaku Awalnya Ogah Jadi Menteri Jokowi: Saya Tadinya Minta Jadi Ketua Wantimpres
-
Jokowi Minta Renovasi, Ini Fasilitas JIS yang Belum Penuhi Standar
-
Bicara Soal Akar Korupsi di Indonesia, Prabowo: Gaji Pejabat dan PNS Kita Terlalu Kecil
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Rute MRT Balaraja Dapat Restu Komisi D DPRD DKI: Gebrakan Baru Transportasi Aglomerasi
-
Wamensos Minta Kepala Daerah Kaltim & Mahakam Ulu Segera Rampungkan Dokumen Pendirian Sekolah Rakyat
-
Rencana Pendidikan Solo 2026, Respati Fokus Kesejahteraan Guru dan Kualitas Pembelajaran
-
Dukung 'Gentengisasi' Prabowo, Legislator Demokrat: Program Sangat Menyentuh Masyarakat
-
Auto2000 Kantongi Ribuan Unit Pemesanan Veloz Hybrid Meski Belum Ada Harga Resmi
-
5 Tanda Kampas Kopling Mobil Habis, Jangan Paksa Jalan Tanjakan
-
Pemulihan Pascabencana Sumatera Berlanjut: Pengungsi Terus Berkurang, Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih
-
Nyawa Seharga Buku: Tragedi Siswa SD di NTT, Sesuram Itukah Pendidikan Indonesia?
-
Inara Rusli dan Insanul Fahmi Tak Semesra Awal-Awal Nikah, Pasrah Bila Diceraikan
-
5 Fakta Bocah 7 Tahun Tewas Hanyut di Selokan Driyorejo Gresik