LINIMASA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia mengumumkan kesiapannya mengawasi proses perdagangan karbon yang akan dimulai melalui Bursa Karbon pada September 2023.
Langkah ini merupakan hasil dari persetujuan beleid Perdagangan Karbon melalui Bursa Karbon dalam rapat konsultasi bersama Komisi XI DPR RI.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi menyambut baik perkembangan ini. Ia mengungkapkan perdagangan karbon melalui Bursa Karbon akan menjadi kunci kesuksesan dalam mencapai tujuan perdagangan karbon di Indonesia.
“Perkembangan tersebut, tentunya meningkatkan optimisme kita untuk mencapai target penyelenggaraan perdana unit karbon di Bursa Karbon pada akhir September,” harap dia dalam seminar nasional bertema “Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca dan Peluang Perdagangan Bursa Karbon di Indonesia" Senin (4/9/2023).
Tujuan ini, kata dia, mencakup memberikan nilai ekonomi atas unit karbon yang dihasilkan serta upaya pengurangan emisi karbon.
Hasan Fawzi juga mengatakan 99 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batu bara di Indonesia memiliki potensi untuk ikut serta dalam perdagangan karbon tahun ini.
Hal ini setara dengan 86 persen dari total PLTU Batu Bara yang beroperasi di Indonesia. Dengan demikian, perdagangan karbon dapat memberikan dampak positif pada sektor ini.
Selain sektor PLTU Batu Bara, perdagangan karbon di Indonesia juga akan melibatkan sektor lainnya. Sektor-sektor seperti Kehutanan, Perkebunan, Migas, Industri Umum, dan banyak lagi diharapkan akan bertransaksi di Bursa Karbon.
Ini akan membantu dalam meningkatkan diversifikasi dalam perdagangan karbon dan memperluas dampak positifnya pada berbagai sektor.
Baca Juga: Energik di Panggung, Goyangan Dewi Perssik Dikomentari Warganet: Malu Banget Lihatnya
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
Terkini
-
ID FOOD Luncurkan Warung Pangan, Perkuat Distribusi dan Pangkas Rantai Pasok Bahan Pokok
-
7 Cara Memilih Produk Dekorasi Kamar Tidur yang Efektif Sesuai Prinsip Feng Shui
-
Keunggulan Serum Glow Bomb Glow fx, Kandungan Pencerahnya Capai 19 Persen
-
Mengebut Saat Berkendara Bukannya Efisien Malah Bikin Boncos?
-
Isuzu Catatkan Produksi 300 Ribu Unit di Tengah Ketatnya Persaingan Kendaraan Komersial Tanah Air
-
5 Kesamaan Argentina di Final Piala Dunia 1990 dan 2026: Kutukan Bintang hingga Kartu Merah
-
Kronologis Ayu dan Susi Disekap di Myanmar, Berawal dari Butuh Kerja
-
The Sounds Project Vol. 9 Hadirkan 120+ Musisi, Siap Ramaikan Festival Musik Lintas Generasi
-
Korupsi Pinjaman Proyek Batu Bara PLN Bikin Negara Rugi Rp38,8 Miliar, Dua Orang Jadi Tersangka
-
Dari Sasaran Kritik Menjadi Pahlawan, Ini Ucapan Menyentuh Ferran Torres