LINIMASA - Semakin dekatnya Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 di Indonesia, para kandidat aktif terlibat dalam berbagai kegiatan politik, termasuk kampanye intensif dan upaya sosialisasi.
Anies Baswedan, calon presiden yang diusung oleh Koalisi Perubahan untuk Persatuan, baru-baru ini berbagi wawasan tentang dana yang dikeluarkan selama kampanyenya di seluruh Indonesia.
Anies Baswedan adalah salah satu calon yang pertama kali mengumumkan pencalonannya untuk pemilihan presiden 2024. Ia secara resmi diangkat sebagai calon presiden oleh Partai NasDem pada bulan Oktober 2022.
Setelah penunjukannya, Anies melakukan tur ke berbagai wilayah Indonesia untuk mempromosikan visinya dan mendapatkan dukungan. Jadwal kampanye yang padat ini memerlukan sumber daya keuangan signifikan.
Dalam sesi wawancara dengan Najwa Shihab dalam acara "3 Calon Presiden Bicara Gagasan" di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Najwa Shihab mengajukan pertanyaan terkait cuan yang dikeluarkan untuk modal nyapres.
"Kegiatan politik sudah beragam termasuk sosialisasi, kampanye ke berbagai daerah. Sudah habis uang berapa?," tanya Najwa Shihab.
Namun, Anies Baswedan tidak memberikan rincian keuangan yang sudah dihabiskan. Sebaliknya, ia berseloroh meminta audiens apakah ada yang bersedia berkontribusi.
"Mudah-mudahan di sini ada yang mau nyumbang, nanti," kata Anies seolah ingin menghindari menjawab pertanyaan yang disodorkan Najwa Shihab.
Meskipun perannya yang cukup prominent dalam politik Indonesia, Anies Baswedan membuat pengakuan mengejutkan selama wawancara tersebut. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), dipublikasi situs Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Anies memiliki aset senilai Rp 11,19 miliar.
Baca Juga: Cuek Tanggapi Isu Cekik Wamentan Harvick, Prabowo Anggap Fitnah Receh
Ia mengakui sebagian besar asetnya berbentuk utang dan mengungkapkan bahwa ia masih memiliki pinjaman rumah belum lunas.
Anies Baswedan menekankan bahwa kampanyenya sangat bergantung pada dukungan para relawan dan individu yang memiliki visi perubahan yang serupa.
Menurutnya, pembiayaan kampanyenya tidak terutama dalam bentuk sumbangan uang tunai, tetapi melibatkan upaya kolaboratif di mana para pendukung berkontribusi dengan berbagai cara.
"Jadi gerakan yang kami dorong, gerakan perubahan, dilakukan ramai-ramai, lah. Begitu banyak yang membantu, mayoritas bantuannya tidak dalam bentuk rupiah," tutur Anies.
"Kami dipinjami rumah, kendaraan, staf-staf yang kita bekerja bersama sebagian adalah mereka dibayar oleh perusahaan-perusahaan yang mau membantu kita. Jadi, secara pembiayaan itu bukan pembiayaan seperti diberikan rupiah bentuknya adalah natura," sambungnya.
Selanjutnya, Najwa Shihab membahas tuntutan finansial besar dalam kampanye politik, mencatat calon legislatif di Jakarta dilaporkan mengeluarkan hingga Rp40 miliar untuk memenangkan posisi mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Asisten Raffi Ahmad Duduk di Kursi Komisaris Krakatau Posco, Siapa Mufli Budi Ananda?
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Bielsa Ngamuk Usai Uruguay Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Maki-maki Diri Sendiri
-
Jalan Argentina ke Final Piala Dunia 2026 Terbuka Lebar: Lawan Terpetakan, Ujian Berat Menanti
-
Video Pemain Hampir Baku Pukul di Sesi Latihan, Pelatih Panama: Itu Normal
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!