- Kuasa hukum Roy Suryo, Refly Harun, mengonfirmasi perolehan salinan ijazah Jokowi tanpa sensor oleh Bonatua Silalahi.
- Dokumen tersebut diperoleh melalui sengketa informasi panjang hingga putusan Mahkamah Konstitusi menyatakan ijazah adalah dokumen publik.
- Kajian pakar menyimpulkan salinan ijazah tersebut identik dengan dokumen pendaftaran yang diklaim palsu 99,9 persen.
Suara.com - Kuasa hukum Roy Suryo cs, Refly Harun, memberikan respons mendalam terkait salinan ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang kini tengah menjadi perbincangan hangat.
Dokumen pendidikan tersebut kabarnya telah diterima oleh pengamat kebijakan publik, Bonatua Silalahi, dalam kondisi tanpa sensor.
Refly Harun mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melihat secara langsung fisik dari dokumen yang dimaksud.
Langkah hukum terkait persoalan ini terus bergulir di kepolisian. Refly Harun menjelaskan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat dengan melakukan rapat konsolidasi yang melibatkan sejumlah saksi dan ahli untuk membedah temuan tersebut.
Bonatua Silalahi sendiri diproyeksikan menjadi salah satu ahli yang akan diajukan untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya dalam waktu dekat.
"Karena dia kan peneliti, peneliti independen yang meneliti mengenai ijazah dan dokumen-dokumen pendidikan Pak Jokowi kan sebenarnya ya, kurang lebih. Dan dia untuk mendapatkan salinan dokumen yang tanpa sensor itu perlu menempuh upaya yang luar biasa kan. Menggugat ke KIP, Komisi Informasi Pusat, sampai bahkan ke Mahkamah Konstitusi segala," kata Refly di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Proses perolehan salinan ijazah tanpa sensor tersebut memang melalui jalur sengketa informasi yang panjang.
Berdasarkan putusan sidang di Mahkamah Konstitusi, ditegaskan bahwa salinan ijazah merupakan dokumen publik yang sifatnya terbuka dan tidak boleh ditutupi dari akses masyarakat.
Hal ini merujuk pada fakta bahwa sebelumnya terdapat sembilan item dalam dokumen tersebut yang ditutupi, namun kini seluruhnya telah dibuka sehingga Bonatua bisa mendapatkan salinan resmi yang utuh.
Baca Juga: Diperiksa Kamis Lusa, Kubu Roy Suryo Cs Siapkan Mantan Wakapolri Oegroseno Jadi Ahli Meringankan
Refly Harun menekankan pentingnya konsistensi dokumen pendidikan tersebut di berbagai instansi negara.
Menurutnya, salinan ijazah yang kini dikantongi oleh Bonatua Silalahi seharusnya memiliki kesamaan identik dengan ijazah yang pernah diserahkan Jokowi kepada pihak penyidik.
Dokumen itu juga sempat diperlihatkan pada tanggal 15 Desember 2025 saat berlangsungnya gelar perkara khusus di Polda Metro Jaya.
Lebih lanjut, Refly menegaskan bahwa ijazah tersebut juga harus selaras dengan dokumen yang disetorkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat pendaftaran Pilpres tahun 2014 dan 2019 silam.
Dalam penelusurannya, muncul perbandingan antara beberapa versi dokumen yang beredar di ruang publik.
Ijazah yang berada di tangan Bonatua Silalahi disebut-sebut memiliki kemiripan dengan ijazah yang pernah diunggah oleh akun Dian Sandi di media sosial.
Berita Terkait
-
Diperiksa Kamis Lusa, Kubu Roy Suryo Cs Siapkan Mantan Wakapolri Oegroseno Jadi Ahli Meringankan
-
Diperiksa Polda Metro, Eks Ketua KIP DKI Jadi Saksi Meringankan Roy Suryo Cs di Kasus Ijazah Jokowi
-
Ini dia Penampakan Salinan Ijazah Jokowi Telegalisir dari KPU
-
Roy Suryo Cs Desak Polda Metro Bongkar Bukti Ijazah Palsu Jokowi, Kombes Budi: Dibuka di Persidangan
-
Roy Suryo Ungkap Banyak Broker di Kasus Ijazah Jokowi, Ada Uang Haram di Balik Tawaran Damai?
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen