Politikus Partai Demokrat Cipta Panca Laksana menyoroti foto Presiden Joko Widodo saat sedang menggunjungi lokasi bencana.
Melalui akun Twitter-nya, @panca66 tampak menyindir Jokowi yang masih sempat berfoto di lokasi bencana. Meskipun demikian, Panca tidak menuliskan dengan jelas di mana lokasi kejadian bencana tersebut.
"Masih aja di tengah bencana sempat-sempatnya foto-foto sendiri. Siapakah dia?" tulis Panca melalui akun Twitter-nya pada Kamis (24/11/2022).
Cuitan dari politisi Demokrat ini pun kemudian dikomentari oleh pengamat politik sekaligus pegiat media sosial Jhon Sitorus.
Melalui akun Twitter-nya, Jhon Sitorus menyebut framing yang dibuat Panca kepada Jokowi tersebut sangat keterlaluan. Pasalnya, Panca mengunggah membuat foto dan narasi tersebut tak lama usai adanya bencana gempa bumi yang mengguncang Cianjur.
"Mohon maaf @panca66, Anda terlalu jahat framingnya," tulis @Miduk17.
Jhon Sitorus lantas menjelaskan mengenai foto yang diunggah Panca. Ternyata foto tersebut diabadikan saat Jokowi mengunjungi korban tsunami Banten pada 24 Desember 2018 silam.
"Itu adalah foto 24 Desember 2018 saat Jokowi mendatangi korban tsunami Banten," lanjutnya.
Dalam cuitannya, ia juga menyinggung soal SBY yang pernah menghabiskan anggaran hingga 15 miliar hanya untuk membangun tenda VVIP di lokasi bencana.
"Tapi Jokowi tidak pernah habiskan anggaran 15 miliar hanya untuk bikin tenda super VVIP di lokasi bencana," terang Jhon Sitorus.
"Kedatangan Jokowi tidak merepotkan, justru membantu," pungkasnya.
Cuitan ini pun sontak saja menarik perhatian dari netizen. Netizen melontarkan komentar pro kontra atas unggahan ini.
"Keterlaluan. Kader partai kok kayak anak PAUD kualitas otaknya. Gitu masih dibiarkan tanpa teguran dari Ketummnya. Sungguh memprihatinkan," ujar netizen.
"Kayaknya ada dendam terselubung kader Demokrat ke SBY dengan menyerang Jokowi. Otomatis SBY yang digebuki dan ditelanjangi," imbuh netizen lain.
"Maklum level kaderr sana emang udah downgrade sekarang ini," tutur netizen lain.
Berita Terkait
-
Jokowi Serukan Lawan Politik Identitas, PKB: Harus Diwaspadai Juga Politisasi Hukum dan Kapital karena Lebih Berbahaya
-
AHY Jadi Bacawapres Paling Potensial Dampingi Anies, Zulfan Lindan: Popularitas Kalahkan Hidayat Nur Wahid, Aher, dan Syaikhu
-
CEK FAKTA: Jokowi Usir Joe Biden dari Indonesia, Benarkah?
-
Anies hingga Aher Makin Terlihat 'Boroknya', Manuver Istana Langgengkan Jokowi Tiga Periode?
-
Alasan LaNyalla Usul Masa Jabatan Jokowi Diperpanjang: Buat Nebus yang Covid-19
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Tabungan Pesirah BSB: Ketika Nilai Simpanan Bertemu Peluang Raih Mobil dan Kemudahan Transaksi
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Helikopter PK-CFX Hilang Kontak hingga Ditemukan Jatuh di Sekadau, Ini 11 Jam Krusialnya
-
Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026
-
Arsenal di Ujung Tanduk, Aaron Ramsey: Menang Lawan Manchester City Harga Mati!
-
Kali Kedua ke Tanah Air, Aaron Ramsey Takjub dengan Gairah Sepak Bola Indonesia
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas
-
LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik
-
Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman