/
Minggu, 07 Mei 2023 | 09:31 WIB
Cek Fakta: Ganjar Pranowo Gagal Nyapres! Kasus E-KTP Dibuka Lagi, KPK Siap Seret ke Jeruji, Benarkah? (Thumbnail YouTube)

Beredar kabar yang menarasikan bahwa Ganjar Pranowo dipastikan gagal menjadi Calon Presiden pada Pilpres 2024 mendatang karena kasus korupsi E-KTP dibuka kembali.

Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 239 ribu pengikut bernama LIDAH RAKYAT melalui sebuah video yang diunggah pada 5 Mei 2023.

"Ganjar Di Pastikan Gagal NyapresKasus Besar E-ktp Di Bu lagi, Kpk Siap Seret Ganjar Ke Jeruji" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Minggu (7/5/2023).

Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:

"GANJAR DIPERIKSA KEMBALI KPK
DI PASTIKAN GAGAL NYAPRES, KASUS BESAR E-KTP DIBUKA LAGI"

Namun begitu, apakah benar Ganjar Pranowo dipastikan gagal menjadi Capres karena kasus korupsi E-KTP kembali dibuka?

Penjelasan

Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait Ganjar Pranowo dipastikan gagal menjadi Capres.

Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa kasus korupsi E-KTP yang kembali dibuka membuat Ganjar Pranowo gagal menjadi Capres.

Baca Juga: Inara Rusli Tetap Pertahankan Rumah Tangga Meski Diselingkuhi Virgoun, Kenapa Masih Mau?

Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan Ganjar Pranowo dipastikan gagal menjadi Capres karena kasus korupsi E-KTP kembali dibuka.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim dengan narasi Ganjar Pranowo dipastikan gagal menjadi Capres karena kasus korupsi E-KTP kembali dibuka merupakan klaim yang salah.

Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi dan narasi menyesatkan.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More