Beredar kabar yang menarasikan bahwa Ganjar Pranowo dipastikan gagal menjadi Calon Presiden pada Pilpres 2024 mendatang karena kasus korupsi E-KTP dibuka kembali.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 239 ribu pengikut bernama LIDAH RAKYAT melalui sebuah video yang diunggah pada 5 Mei 2023.
"Ganjar Di Pastikan Gagal NyapresKasus Besar E-ktp Di Bu lagi, Kpk Siap Seret Ganjar Ke Jeruji" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Minggu (7/5/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"GANJAR DIPERIKSA KEMBALI KPK
DI PASTIKAN GAGAL NYAPRES, KASUS BESAR E-KTP DIBUKA LAGI"
Namun begitu, apakah benar Ganjar Pranowo dipastikan gagal menjadi Capres karena kasus korupsi E-KTP kembali dibuka?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait Ganjar Pranowo dipastikan gagal menjadi Capres.
Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa kasus korupsi E-KTP yang kembali dibuka membuat Ganjar Pranowo gagal menjadi Capres.
Baca Juga: Inara Rusli Tetap Pertahankan Rumah Tangga Meski Diselingkuhi Virgoun, Kenapa Masih Mau?
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan Ganjar Pranowo dipastikan gagal menjadi Capres karena kasus korupsi E-KTP kembali dibuka.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim dengan narasi Ganjar Pranowo dipastikan gagal menjadi Capres karena kasus korupsi E-KTP kembali dibuka merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Andi Pangerang Dibayar Istana untuk Lakukan Ancaman, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Luhut Berpaling dari Jokowi, Diam-diam Temui Surya Paloh Tawarkan Cawapres untuk Anies, Benarkah?
-
Siapkan Struktur Pemenangan, Ribuan Buruh Tekstil Sukabumi Diklaim Dukung Ganjar Pranowo
-
JK Sebut Butuh Minimal 3 Pasangan Capres-Cawapres di Pilpres 2024: Ini Demokrasi!
-
Cek Fakta: Putri Candrawathi dan Kuat Ma'ruf Resmi Menikah, Benarkah?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026