Beredar kabar yang menarasikan bahwa ribuan kader GMNI mengamuk dan mendesak Jokowi untuk memecat menteri dari partai PDIP yang terlibat bisnis terlarang.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 9,79 ribu pengikut bernama KOPI POLITIK melalui sebuah video yang diunggah pada 10 Mei 2023.
"RIBUAN KADER GMNI MENGAMUK !! BISNIS TERLARANG MENTERI PDIP TERBONGKAR ! TERNYATA" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Kamis (11/5/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"TERLIBAT BISNIS TERLARANG
RIBUAN KADER GMNI DESAK JOKOWI PECAT MENTERI PDIP"
Namun begitu, apakah benar ribuan kader GMNI mengamuk dan mendesak Jokowi untuk memecat menteri dari partai PDIP yang terlibat bisnis terlarang?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait ribuan kader GMNI yang mengamuk.
Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa ribuan kader GMNI mendesak Jokowi untuk memecat menteri dari partai PDIP yang terlibat bisnis terlarang.
Baca Juga: Dian Satrowardoyo Jadi Dospem Skripsi, Ini 5 Artis yang Pernah Jadi Dosen
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan ribuan kader GMNI mengamuk dan mendesak Jokowi untuk memecat menteri dari partai PDIP yang terlibat bisnis terlarang.
Berdasarkan penelusuran, yang benar adalah, Ketua Umum DPP GMNI, Imanuel Cahyadi, meminta agar Jokowi mengevaluasi dan mencopot Menkumham Yasonna Laoly buntut dari dugaan bisnis di Lapas yang dijalankan oleh anaknya.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim dengan narasi ribuan kader GMNI mengamuk dan mendesak Jokowi untuk memecat menteri dari partai PDIP yang terlibat bisnis terlarang merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Jokowi Tampar Kader PDIP Gara-Gara Ini, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Akhirnya! Terungkap Pelaku Hilangnya Darel Anak 3 Tahun di Kalijati, Benarkah?
-
Sampaikan Hasil KTT Ke-42 ASEAN, Jokowi Ajak Negara Anggota Tindak Tegas Pelaku TPPO
-
Bebaskan Bacaleg PDIP Nempel Dirinya untuk Branding, Gibran: Jangan Banyak Pasang Spanduk
-
Pesan Megawati untuk Para Caleg dan Ganjar yang Bertarung di Pemilu 2024: Calon Pemimpin Harus Bijaksana-Baik
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
Pemuda di Cikeusal Rudapaksa Siswi SD dan Paksa Korban Curi Emas Orang Tua Lewat Ancaman Video
-
5 Alasan Wajib Nonton Tradisi Seba Baduy: Ada Barongsai, Layar Tancap, Hingga Diplomat 10 Negara
-
Polri Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Pelecehan Seksual 5 Santri Laki-laki
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor
-
Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial