Terpidana anak kasus pengeroyokan terhadap David Ozora, AG (15), mengalami guncangan secara psikologis sejak dieksekusi di LPKA Tangerang.
Hal itu disampaikan oleh pengacara AG, Mangatta Toding Allo seusai sidang tertutup di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa. (27/6/2023).
Menurut Mangatta, dampak tersebut sudah dialami oleh AG selama 14 hari yang lalu.
"Psikis-nya dalam 14 hari ini juga sangat goyang," kata Mangatta, melansir liberte.suara.com, Selasa.
Dirinya menilai, kondisi di dalam LPKA Tangerang tidak cocok dengan kondisi AG saat ini.
Selama berada di LPKA, kata Mangatta setiap pukul 17.00 WIG, AG harus sudah masuk ke dalam tahanan.
"Jam 7 pagi baru boleh keluar, ada aktivitas yang ditentukan oleh LPKA di sana," terangnya.
Menurut Mangatta, kondisi di LPKA juga kurang baik bagi AG.
"Tempat LPKA yang kondisinya juga kurang baik untuk anak karena penyesuaian yang banyak. Itu yang kami sayangkan," ucapnya.
Baca Juga: Pegawai KPK yang Diduga Korupsi Dibebastugaskan
Selain kondisi di lingkungan LPKA yang tidak cocok untuk AG, Mangatta juga mengeluhkan hak pendidikan kliennya itu.
Menurut Mangatta, sejak ditahan di LPKA, AG belum mendapat pendidikan dari pihak terkait.
"AG pendidikannya sampai saat ini belum menerima pendidikan. Sejak dia ditahan dari Februari lalu, makanya kami sedang mengusahakan dan mengupayakan ke LPKA untuk diberikan pendidikan," jelas Mangatta.
Bukan itu saja, rupanya AG sempat menjadi anak perempuan pertama yang mendekam di LPKA Tangerang.
"AG jadi anak perempuan pertama di LPKA Tangerang," ujar Mangatta.
"Iya awalnya, tapi ada yang menyusul beberapa hari kemudian," lanjutnya.
Berita Terkait
-
Rekaman CCTV Detik-detik David Ozora Dianiaya Ditampilkan di Sidang Mario Dandy
-
AG jadi Anak Perempuan Pertama yang Huni LPKA Tangerang, Begini Kesehariannya di Penjara
-
Tak Sudi Divonis 3,5 Tahun Penjara Kasus David, AG Mantan Pacar Mario Dandy Siap Ajukan PK ke MA
-
Bikin Psikis AG Terguncang, Pengacara Beberkan Kondisi LPKA Tangerang: Kurang Baik buat Anak
-
Bertemu di Ruang Sidang, Mario Dandy Kepergok Kasih Tatapan Terpersona ke AG
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu
-
Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan
-
Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?
-
Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Publik Tuntut Transparansi Terkait Karut Marut Pengadaan Sarana Pendidikan