Setelah diterpa isu perselingkuhan dan sederet bukti yang menguatkan, Syahnaz Sadiqah dan Rendy Kjaernett hingga kini masih bungkam.
Seiring dengan kabar tersebut, muncul video dengan judul yang mengklaim Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memboikot Syahnaz dan Rendy Kjaernett dari stasiun televisi.
"KPI Resmi Boikot Syahnaz Dan Rendy Dari Stasiun TV, Akibat Ulah Perselingkuhan Karir Mereka Hancur," demikian judul video yang diunggah kanal YouTube Inshot Entertainment.
Video yang diunggah pada Rabu (28/6/2023) itu sudah ditonton sebanyak seribu kali dan menampilkan thumbnail momen press conference KPI dan cover sinetron yang dibintangi Syahnaz dan Rendy.
Namun benarkah KPI memboikot keduanya sesuai dengan yang tertulis pada judul?
Penjelasan
Setelah ditelusuri, video berdurasi 4 menit 48 detik itu sama sekali tidak menampilkan pernyataan resmi dari KPI soal pemboikotan kedua figur publik tersebut.
Video justru menampilkan penjelasan Aliyah, anggota pengawas isi siaran KPI yang menyebut tugas mereka bukanlah untuk memboikot artis-artis tersebut.
Sebab keputusan untuk mengontrak atau tidak mengontrak artis tertentu merupakan kewenangan lembaga televisi atau radio.
"Perlu saya sampaikan bahwa tugas KPI itu tidak untuk memboikot artis-artis, sepenuhnya ini adalah kewenangan lembaga televisi atau radio untuk mengontrak artis tersebut," jelas Aliyah.
Setelahnya narator pun hanya menarasikan kabar seruan boikot dari netizen untuk Syahnaz dan Rendy.
Kesimpulan
Video berjudul "KPI Resmi Boikot Syahnaz Dan Rendy Dari Stasiun TV, Akibat Ulah Perselingkuhan Karir Mereka Hancur," adalah hoaks alias tidak benar. Sebab tidak ada kesesuaian antara judul dan isi video. Ini masuk konten misleading.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Ikhtiar Mbah Kibar Melawan Sita Bank dengan Goresan Kuas, Bukan Belas Kasihan
-
Bukan Cuma Bangun Rumah, Strategi KPR BRI Ini Ternyata Hidupkan UMKM di Daerah
-
DKZ Akhiri Aktivitas Grup, Member Lanjutkan Karir secara Individu
-
Menepis Hoaks Izin Lintas Udara: Strategi Cerdik Prabowo Mengunci AS, Rusia, dan China
-
Misteri Sayatan di Gedangsewu: Nenek S Tewas Bersimbah Darah Usai Sembuh dari Tipes
-
5 Fakta Bahlil Borong Minyak Rusia untuk Indonesia, Sinyal Harga BBM Turun?
-
Kronologi Aksi Foto Rombongan Arteria Dahlan di Tikungan Sitinjau Lauik: Bermula dari Miskomunikasi
-
Alasan Pelecehan Digital Mahasiswa FH UI Disebut Kekerasan Seksual
-
Kisah Mama Redha, Nelayan Perempuan Sumba yang Viral Jualan Hasil Laut Lewat TikTok Live
-
Mossad Punya Bos Baru, Tangan Kanan Benjamin Netanyahu Makin Yakin Bisa Gulingkan Rezim Iran