Beredar kabar yang menarasikan bahwa Ketua Umum NasDem Surya Paloh mencabut dukungan untuk Anies Baswedan.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 327 ribu pengikut bernama PINTER POLITIK melalui sebuah video yang diunggah pada 3 Juli 2023.
"MODYAR !! SURYA PALOH DAN PETINGGI NASDEM MUNDUR MASSAL,PANIK ANIES TAK TERIMA HINGGA NGAMUK 2" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Senin (3/7/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan gambar thumbnail yang telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"DETIK DETIK.. ANIES NGAMUK TAK TERIMA SURYA PALOH DAN PETINGGI NASDEM CABUT DUKUNGAN UNTUK ANIES BASWEDAN"
Namun begitu, apakah benar Surya Paloh mencabut dukungan untuk Anies Baswedan?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait Surya Paloh yang mencabut dukungan untuk Anies Baswedan.
Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa Surya Paloh mencabut dukungan untuk Anies Baswedan.
Baca Juga: Politisi PDIP Ramai-ramai Serang Bobby Nasution, Relawan Siap Pasang Badan
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita atau pun bukti kredibel yang menyatakan bahwa Surya Paloh mencabut dukungan untuk Anies Baswedan dalam Pilpres 2024 mendatang.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan 'MODYAR !! SURYA PALOH DAN PETINGGI NASDEM MUNDUR MASSAL,PANIK ANIES TAK TERIMA HINGGA NGAMUK' merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Perdagangan Santri di Ponpes Al Zaytun Terbongkar
-
CEK FAKTA: Amien Rais Ditetapkan Jadi Tersangka Gegara Berani Fitnah Jokowi, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Ponpes Al Zaytun Akhirnya Dibubarkan, Benarkah?
-
Elektabilitas Capres Versi Survei LSJ: Prabowo 40,3 Persen, Ganjar 32,6 Persen, Anies 20,7 Persen
-
Duel Srikandi NU Yenny Wahid vs Khofifah, Siapa yang Cocok Jadi Cawapres Anies?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026